Radar Kajen

Pekajangan jadi Serambi Mekkah

Pekajangan jadi Serambi Mekkah

PENGAJIAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Mantan Ketua KPK Republik Indonesia (RI) Busyro Muqodas, saat menghadiri pengajian Milad Muhammadiyah ke-109, di International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Ponpes Miftahul Ulum Ambokembang Kecamatan Kedungwuni, Selasa (28/8) malam.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membeberkan bahwa wilayah Pekajangan, Kedungwuni, Pekalongan, merupakan salah satu serambi Mekkah persyarikatan Muhammadiyah. Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri pengajian dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-109, di International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Ponpes Miftahul Ulum Ambokembang Kecamatan Kedungwuni, Selasa (28/8) malam.

Kegiatan ini juga dihadiri Mantan Ketua KPK Republik Indonesia (RI) Busyro Muqodas, serta beberapa jajaran Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang Muhammadiyah se Kabupaten Pekalongan. Hadir pula Camat beserta Muspika Kecamatan Kedungwuni, juga ribuan santri dan wali santri Ponpes Miftahul Ulum.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada mantan Ketua KPK RI yang berkenan hadir di wilayah Kabupaten Pekalongan. Kata Bupati, DR KH Busyro Muqodas adalah salah satu tokoh nasional panutan bangsa yang tidak henti-hentinya mengawal perjalanan bangsa Indonesia ini agar mentalnya benar, termasuk mental Bupati seperti dirinya.

“Maturnuwun pak kyai, atas rawuhipun wonten Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati dalam bahasa Jawa.

Asip juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pengurus Ponpes Miftahul Ulum yang senantiasa melakukan ikhtiar agar generasi muda daerah menjadi generasi yang berakhlakul kharimah, berilmu sekaligus kelak menjadi generasi penerus bagi pergerakan persyarikatan Muhammadiyah agar tetap eksis mewarnai kehidupan keagamaan masyarakat khususnya di Kabupaten Pekalongan.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, yang pertama, mengucapkan selamat datang kepada DR KH Busyro Muqodas. Semoga tausiyah beliau nanti akan memberikan energi bagi kita untuk dapat bermanfaat lebih baik lagi, menjadi manusia yang betul-betul sejatinya manusia,” kata Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menuturkan ketika bicara tentang persyarikatan Muhammadiyah, dirinya selalu membanggakannya. Katanya, Serambi Mekkah Muhammadiyah di Indonesia itu setidaknya yang terkenal ada tiga yakni Yogyakarta tempat kelahiran founding fathers (pendiri) Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. Yang kedua, adalah Pekajangan Kabupaten Pekalongan, dan yang ketiga yaitu Bukit Tinggi Sumatera Barat.

Mengapa orang banyak mengenal Pekajangan? Menurut Bupati, berdasarkan sejarah yang dibacanya karena generasi pertama yaitu para leluhur pendiri Muhammadiyah di Pekajangan adalah generasi yang dermawan, generasi yang selalu menginfaq-kan baik ilmu maupun hartanya untuk kemajuan persyarikatan Muhammadiyah. Maka dari itu perlu diteladani bersama.

“Sehingga ketika saya menjadi Bupati hal-hal yang baik yang telah dilakukan para leluhur Muhammadiyah saya tiru. Yakni saya selaku Bupati menghibahkan tanah di sebelah utara Masjid At-Taqwa Pekajangan untuk dibangun Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Suratnya sudah saya buat, silahkan dipakai saja,” kata Bupati.

“Karena menurut sejarah, kata Bupati, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan pernah berdiri pada tahun 1961. Namun setelah itu mati suri lama sekali. Maka dari itu, momentum ini kita hidupkan kembali universitas tersebut,” imbuhnya. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments