Metro Pekalongan

90 Pemuda dari 15 Daerah di Jateng Dilatih Membatik

90 Pemuda dari 15 Daerah di jateng Dilatih Membatik

PRAKTIK MEMBATIK – 90 peserta pelatihan membatik dari 15 kabupaten kota saat melakukan praktik membatik di Kampoeng Batik Kauman.
DOK

KOTA PEKALONGAN – Kampoeng Batik Kauman digandeng Disporapar Jawa Tengah, untuk memberikan pelatihan batik kepada 90 pemuda dari 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pelatihan bertajuk Peningkatan dan Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Klaster tersebut, dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin (27/8) hingga Rabu (29/8).

Hari pertama bertempat di Hotel Indonesia, peserta mendapatkan materi dasar tentang batik diantaranya desain batik, teknik produksi batik tulis, teknik produksi batik cap dan pewarnaan serta finishing. Hari kedua peserta melakukan praktik langsung membatik yang selanjutnya dilakukan evaluasi evaluasi dari hasil pelatihan.

Ketua Paguyuban Kampoeng Batik Kauman (PKBK), Muhammad Husni Mubarok, menjelaskan acara selama tiga hari tersebut merupakan bagian dari program pelatihan bidang kewirausahaan dari Disporapar Jateng. Dikatakan Husni, dalam pelatihan tersebut Disporapar Provinsi membekali alat bantu produksi berupa satu set peralatan untuk batik tulis, batik cap berikut canting dan kelengkapannya, dan kain berukuran 12 meter.

“Dengan pelatihan ini ke depannya para peserta dapat kembali ke daerah masing-masing membuka peluang dan menonjolkan potensi lokal untuk dijadikan desain atau motif batik,” katanya.

Husni menyatakan Kampoeng Batik Kauman, terbuka bagi masyarakat umum baik dari dalam maupun luar kota yang ingin belajar tentang batik. “Seni batik di Kota Pekalongan, harus digairahkan kembali agar ekonomi masyarakat Kota Pekalongan dapat meningkat. Dengan misi itu PKBK terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar membatik,” tambahnya.

Penasehat PKBK Kota Pekalongan, M Rofiqur Rusdi, menyampaikan kegiatan ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kota/kabupaten, tahun ini diikuti oleh 90 peserta dari 15 kota/kabupaten. “Peserta ditentukan dari Disporapar Jawa Tengah untuk kota/kabupaten yang berada di zona merah, yakni tingkat pengangguran yang tinggi,” ungkapnya.

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Tjuk Kushindarto, menyatakan apresiasi terhadap kegiatan tersebut karena akan berdampak besar terhadap pelestarian budaya batik. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments