Radar Batang

Puluhan Guru WB Minta Ini Pada Bupati Wihaji

Puluhan Guru WB Minta Ini Pada Bupati Wihaji

BERCENGKRAMA – Bupati Wihaji berkesempatan berdialog dengan para guru saat kunjungan ke Desa Gemuh, Pecalungan, Selasa (28/8).
M DHIA THUFAIL

PECALUNGAN – Puluhan guru Wiyata Bhakti (WB) TK dan SD meminta surat keputusan (SK) dari Bupati Batang, Wihaji, pada kegiatan ngudo roso di Desa Gemuh, Kecamatan Pecalungan, Selasa (28/8) lalu. Sebab, SK tersebut menjadi syarat penting agar mereka memiliki kesempatan mengikuti sertifikasi profesi.

Aspirasi itu disampaikan para guru WB usai usai pelaksanaan senam goyang dua jari bersama Bupati dan Wabup. Sejumlah guru mendekati Wihaji untuk meminta SK.

“Kami berharap, bisa segera mengeluarkan SK. Sebab, SK Bupati menjadi syarat utama untuk mendapatkan Nomor Urut Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Serta tentunya juga untuk bisa mendapatkan sertifikasi,” pinta guru SDN 03 Gemuh, Anik Fitriana, yang langsung disambut sorak sorai rekan rekannya.

Anik mengatakan, dirinya sudah mengabdi selama 10 tahun sebagai guru WB dengan diperbantukan mengajar menggunakan surat tugas dari Kepala Sekolah saja. Akibatnya, dia tidak bisa mendapatkan honor sertifikasi. Selain itu, kata Anik, apabila ada kebijakan pemerintah terkait pengangkatan PNS, maka biasanya SK Bupati juga menjadi persyaratan.

Menanggapi hal ini, Bupati Wihaji menyatakan permasalahan guru Wiyata Bhakti masih menjadi kajian. Terlebih, kata dia, Kabupaten Batang masih kekurangan tenaga pendidik PNS, terutama di jenjang SD, karena banyaknya guru PNS masuk masa pensiun.

“Masih dalam kajian dan akan kami konsultasikan ke kementerian. Sehingga apabila nanti saya keluarkan SK, maka tidak menyalahi aturan arau regulasai yang ada,” terangnya.

Ditambahkan Bupati, sebenarnya tanpa SK Bupati pun guru Wiyata Bhakta masih bisa mengajukan persyaratan semuanya. Sebab, status Wiyata Bhakti juga merupakan SK Bupati. Tetapi melalui SK Bupati tentang perda di satuan pendidikan dengan substansi yang sama.

“Guru Wiyata Bhakti yang gaji juga menggunakan uang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” tandasnya.

Di kesempatan tersebut, Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono ikuti kenduri bersama, dengan menu nasi jagung dan urap daun ketela pohon yang terjejer rapi di tengah jalan sepanjang 40 meter. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments