Radar Bisnis

Nanas Jangan Hanya Langsung Dijual, Tapi Juga Diolah

Nanas Jangan Hanya Langsung Dijual, Tapi Juga Diolah

PENYERAHAN – Komisi X Anggota DPR RI, Ir Marlinda Irwanti SE MSi menyerahkan mesin di Diseminasi Teknologi Pascapanen Buah Nanas di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Selasa (28/8).
LAILATUL MAFIYAH

PEMALANG – Anggota DPR RI, Dr Marlinda Irwanti SE MSI bersamanya mitra kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Diseminasi Teknologi Pascapanen buah nanas di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Selasa (28/8). Kegiatan ini berupa pemberian bantuan peralatan mesin pembuat sirup dan keripik nanas di Desa Beluk, Kecamatan Belik.

Kegiatan tersebut melibatkan kelompok-kelompok petani nanas untuk mendorong kemandirian petani dan meningkatkan nilai ekonomi buah nanas. Menurut Marlinda, buah nanas selama ini dikonsumsi sebagai buah segar dan dapat diolah menjadi aneka produk olahan. Buah nanas umur simpannya tidak lama, tetapi dengan mengolah buah nanas maka daya simpannya lebih lama. Apabila industri buah nanas berkembang maka lapangan pekerjaan terbuka sehingga juga mengurangi pengangguran dan urbanisasi, serta dapat meningkatkan nilai tambah buah nanas.

“Saya berharap kegiatan pengolahan nanas menjadi sirup dan keripik dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa penghasil nanas,” tuturnya.

Dikatakan, buah nanas kalau dijual di Desa Beluk sekitar Rp1.000 sampai dengan Rp2.000. Kalau diolah menjadi sirup, selai, atau keripik maka keuntilungan bisa sampai empat kali lipat. “Agar mesin pengolahan tidak mangkrak maka sinergitas sangat diperlukan seperti pelatihan manajemen, permodalan, pemasaran menjadi satu kesatuan agar kontinuitas produk olah buah nanas bisa berjalan lancar. Untuk ke depannya juga akan dilakukan pendampingan,” ungkap Marlinda.

Pada kegiatan ini Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT Dr Soni Solistia Wilayah juga menyampaikan bahwa selama ini BPPT dengan dukungan komisi X terus berkomitmen untuk melakukan inovasi dan layanan teknologi kepada masyarakat, salah satunya kegiatan diseminasi teknologi penanganan pascapanen buah nanas. “Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan aneka industri pengolahan nanas,” katanya.

Pada diseminasi kali ini mesin diserahkan kepada Ketua LPPM Seruling Masyarakat Belik Pemalang (MBP), Drs Masruhin Ahmadi disaksikan Kepala Desa Beluk untuk dikelola secara profesional. Ke depannya hasil akan dimanfaatkan untuk bantuan modal bergulir kelompok-kelompok petani nanas. (lai)

Penulis: Lailatul Mafiyah | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments