Radar Kajen

Bawaslu Pantau Pemberitaan di Media

Bawaslu Pantau Pemberitaan di Media

RAKOR – Bawaslu Kabupaten Pekalongan menggelar rapat koordinasi (rakor) pemetaan kerawanan pemilu, di kantor Bawaslu setempat, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Bawaslu Kabupaten Pekalongan melakukan rapat koordinasi terkait pemetaan kerawanan pemilu di daerah, kemarin. Rakor tersebut diikuti berbagai pihak, seperti dari kepolisian, TNI, KPU, dan media massa. Pemetaan kerawanan pemilu ini merupakan bagian dari upaya penyusunan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP).

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Nur Anis Kurlia, mengatakan, analisis pemberitaan itu merupakan bagian dari lima variabel yang disurvei dalam penyusunan IKP. Hal ini mengacu dengan intruksi dari Bawaslu RI.

Bawaslu RI menginstruksikan kepada Bawaslu Kabupaten/Kota untuk menyusun Indeks Kerawanan Pemilu. Kepentingannya tentu untuk memetakan potensi-potensi kerawanan dari berbagai variabel yang ada, sehingga kerja-kerja pengawasan lebih terarah.

Anis menjelaskan, analisis pemberitaan merupakan bagian dari variabel media. Bawaslu melihat pemberitaan terkait dengan pemilu yang terjadi sepanjang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2014, Pilkada 2015, dan juga Pilgub 2018. Terutama terkait pelanggaran yang menyangkut kinerja penyelenggaraan pemilu.

“Sebagao contoh, ada tidaknya berita pelanggaran pemilu, berita terkait intimidasi, berita menyangkut kinerja dan lain-lain,” katanya.

Selain variabel media, penyusunan IKP juga dilakukan dengan penggalian data dari kepolisian, KPU, Bawaslu, dan dari penyelenggara. Setiap variabel memuat indikator yang harus dijawab dengan dilengkapi data dukung yang akurat.

Hasil analisis ini nantinya akan dilaporkan ke pusat, tentu dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya

Menurut Anis, olah data tersebut secara nasional akan dilakukan oleh Bawaslu RI. Nantinya akan terpetakan potensi-potensi kerawanan pemilu, termasuk di Kabupaten Pekalongan.

IKP tersebut, lanjut dia, akan sangat bermanfaat sebagai panduan atau navigasi Bawaslu dalam kegiatan pengawasan. Dengan demikian, bisa ditentukan strategi pengawasan yang paling tepat. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments