Radar Kendal

Akses Vital, Jembatan Kalibodri Tanggul Malang Bakal Dibangun

Akses Vital, Jembatan Kalibodri Tanggul Malang Bakal Dibangun

SEGERA DIBANGUN – Untuk mempermudah mobilitas warga, Jembatan Kalibodri yang berada di TPI Tanggul Malang ini bakal dibangun. Renacanya, pelaksanaan pembangunan akan dimulai Oktober mendatang.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Jembatan Kalibodri yang berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanggul Malang, Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, bakal dibangun. Jembatan itu merupakan penghubung desa-desa di Kecamatan Cepiring dan Kecamatan Patebon.

Pasalnya, selama ini warga di dua kecamatan tersebut untuk ke Kendal harus memutar melalui belasan desa. Melalui Jalur Pantura di Jalan Soekarno-Hatta Kecamatan Cepiring dengan jarak tempuh 10 kilometer. Bila tak ingin memutar, warga harus menyebrangi sungai menggunakan perahu atau jembatan apung dengan resiko membayar.

“Selain perahu, biasanya ada jembatan apung yang dikelola oleh warga. Namun setiap kali menyebrang warga harus membayar Rp 2.000,” kata Kepala Desa Korowelang Kulon, Triyono, kemarin.

Dikatakan, dengan dibangunnya jembatan penghubung, tentu akan memudahkan mobilitas warga menuju pusat pemerintahan Kendal. “Pembangunan jembatann tanggul Malang ini sudah lama didambakan warga. Alhamdulillah, tahun ini bisa dibangun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiyono, membenarkan rencana pembangunan jembatan penghubung Desa Korowelang Kulon-Wonosari yang melintasi Kalibodri. “Prosesnya sudah tahap lelang, sehingga diperkirakan Oktober sudah mulai dikerjakan,” katanya.

Dikatakan, jembatan Tanggul Malang rencananya akan dibangun sistem gantung dengan dua empat tiang utama. Dua di sisi timur dan dua di sisi barat. Jembatan akan dibangun dengan panjang 150 meter dan lebar 1,8 meter. “120 meter lebar sungainya dan panjang jembatan 150 meter,” ungkapnya.

Menurut Sugiyono, jembatan tanggul Malang dengan sistem gantung itu nantinya tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat. Mengingat lebarnya hanya 1,8 meter, sehingga hanya untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua dan tiga. “Ada dua jembatan yang akan dibangun, yakni jembatan Tangggul Malang jembatan di Desa Rejosari yang melintasi Sungai Blorong,” terangnya. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments