Radar Batang

Lewat Ruang Seni, Pemuda Diajak Bangun Desa

Lewat Ruang Seni, Pemuda Diajak Bangun Desa

KREATIF – Para generasi muda Desa Tombo unjuk gigi dalam pentas seni peringatan HUT RI ke 73, belum lama ini.
DOK ISTIMEWA

BANDAR – Ada yang spesial dalam semarak peringatan HUT RI ke 73 di Desa Tombo, Kecamatan Bandar. Tahun ini, perayaan lebih menjangkau seluruh kalangan masyarakat dan turut menumbuhkan kreativitas generasi muda. Acara kemerdekaan turut melibatkan organisasi kepemudaan desa, seperti Karang Taruna dan IPNU-IPPNU.

Rangkaian acara peringatan HUT RI sendiri ditutup dengan pentas seni, Rabu (22/8). Pentas seni ini bertemakan Berbudaya Membangun Desa.

“acara seperti ini bagus untuk generasi muda ke depanya. Di era millennial seperti ini, pembentukan karakter dan pengembangan potensi diri sangatlah penting. Dengan diadakannya acara pentas seni ini diharapkan generasi muda bisa berani untuk tampil dan menunjukan potensi dirinya kepada halayak ramai,” terang Ketua Pelaksana, Joe.

Joe menambahkan, adanya idealisme pada generasi muda menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreatifitas yang tinggi. Sehingga sebagai yang lebih dewasa, diharapkan dapat memberikan ruang untuk mereka berkreasi dan berekspresi.

Ruang-ruang untuk berekspresi bagi generasi muda di desa inilah yang seringkali luput dari perhatian dari pemerintah desa. Sehingga, tidak sedikit pula potensi-potensi yang dimiliki dalam diri pemuda menjadi tidak berkembang. Padahal, mereka juga berpengaruh pada pembangunan yang ada di desa.

“Dengan pengetahuan IPTEK yang dimiliki oleh generasi muda saat ini, seharusnya pemerintah desa bisa menggandeng generasi muda. Utamanya untuk terlibat dalam proses pembangunan yang ada di desa. Sehingga, pembangunan lebih merata karena melibatkan seluruh kalangan masyarakat, terutam aspirasi generasi muda,” tandas Joe.

Lebih lanjut, salah satu panitia, Nurrochman menerangkan, pentas ini dapat mengangkat budaya lokal. Harapannya, generasi muda juga mengenal dan bisa melestarikan tradisi yang tumbuh di sekitarnya.

“Berbudaya membangun desa kita jadikan sebuah tema pada acara pentas seni kali ini, karena pembangunan suatu daerah tidak bisa terlepas dari budaya-budaya yang ada di daerah tersebut. Para peserta yang tampil pada pentas seni kali ini adalah putra-putri terbaik desa dimana meraka menampilkan tari-tari tradisional, dance, drama, dan kesenian tumbleng yang merupkan kesenian yang sudah ada sejak dulu dan hampir jarang ditampilkan lagi,” pungkasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments