Nasional

OTT Hakim Tipikor, KPK Sita Dolar Singapura

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan (kanan). Basaria mengkonfirmasi jika dalam OTT KPK hari ini, Selasa (28/8), pihaknya menemukan uang dalam bentul Dollar Singapura (JawaPos.com)

MEDAN – Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi senyap yang dilakukan di wilayah Sumatera Utara pada Selasa (28/8), tim berhasil mengamankan sejumlah pihak, salah satunya seorang yang berprofesi sebagai hakim.

“Ada OTT di Medan, Hakim PN Tipikor Medan,” terang sumber JawaPos.com di KPK. Senada dengan sumber pertama, sumber kedua pun membenarkan ihwal adanya OTT tersebut. “Benar ada OTT di Medan,” imbuh sumber tersebut.

Senada dengan keduanya, sumber ketiga JawaPos.com juga membenarkan jika ada kegiatan penindakan yang dilakukan di Kota Medan. “Apgakum (aparat penegak hukum) yang di-OTT,” papar sumber tersebut.

Selain menangkap seorang hakim, dalam kegiatan penindakan tersebut, sumber tersebut juga mengungkapkan jika tim KPK berhasil menciduk sejumlah pihak lain yang diduga turut serta dan menyaksikan kegiatan penangkapan terhadap sejumlah terduga pelaku, di antaranya adalah pihak panitera.

Lebih lanjut, tim juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dugaan duit suap yang diberikan pihak penyuap terhadap hakim tersebut.

Namun, berapa nominal duit suap dan apa motif pemberian suap terhadap oknum hakim di PN Medan, sumber tersebut belum bersedia membeberkan.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan mengatakan, selain menangkap 8 orang yang satu di antaranya adalah Hakim PN Tipikor Medan, ada pula temuan uang pencahan dolar Singapura.

“Uang dalam bentuk dolar Singapura juga telah diamankan,” ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (28/8).

Namun, dia menuturkan belum bisa merinci jumlah uang yang timnya temukan. Yang pasti kasus ini terkait transaksi penanganan perkara tipikor di Medan. “Tim sedang bekerja untuk melakukan verifikasi sejumlah informasi dari masyarakat yang kami terima”.

“Nanti jika ada perkembangan akan di-update kembali, termasuk berapa orang yang akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta,” tutupnya. (jawapos)

Facebook Comments