Radar Kendal

Pilkades, Calon yang Pakai Politik Uang akan Didiskualifikasi

Pilkades Tlogopayung

LAYAK DICONTOH – Susana pelaksanaan pencoblosan saat Pilkades Tlogopayung, awal Agustus lalu. Pesta politik tingkat desa itu sukses mengebiri praktek politik uang.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Panwascam Plantungan Kabupaten Kendal mengklaim berhasil wujudkan pemilihan kepala desa (Pilkades) tanpa politik uang di Desa Tlogopayung yang berlangsung pada awal Agustus lalu.

Hal itu tak lepas dari peran Ketua Panwascam Plentungan, Mohammad Kholil, yang notabene Wakil Ketua BPD Tlogopayung. Sejak awal, dia mengaku menggagas gerakan pilkades anti money politic. “Jiwa saya sebagai Panwas ingin juga Pilkades bersih. Apalagi Pilkades di desa saya. Tidak hanya Pilkada dan Pemilu saja yang bersih,” katanya, Senin (27/8).

Tak sekadar wacana, gagasan pilkades tanpa politik uang juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan pakta integritas oleh tiga calon kepala desa dan ketua tim suksesnya. Dilanjut tanda tangan ketua BPD sebagai inisiator dan disaksikan Muspika serta masyarakat.

“Inti pakta integritas adalah calon yang memakai politik uang akan didiskualifikasi. Semua pihak terkait harus tanda tangan. Hasilnya, alhamdulillah tidak ada bagi-bagi uang politik sama sekali. Para pemuda yang jadi pengawas. Kini masyarakat tenang dan senang,” tandasnya.

Anggota Bawaslu Kendal, Arief Musthofifin, mengapresiasi Pilkades tanpa polik uang yang diwujudkan Panwascam Plantungan tersebut. Menguatkan apa yang terjadi di Tlogopayung, Plantungan, Arief mengakui dirinya pernah dimintai konsultasi terkait maksud Kholil.

“Mas Kholil, Ketua Panwascam dan BPD konsultasi desanya ada Pilkades dan ingin Pilkades bersih dari money politic. Saya sampaikan di UU Desa ada kewenangan BPD membentuk Panitia Pilkades dan membuat peraturan. Ya buatkan saja peraturan,” kenang Arief yang saat itu masih berstatus anggota Panwas Kabupaten.

Realisasi dari gerakan pilkades yang bebas politik uang juga menurut Arief telah dilaporkan Kholil ke Bawaslu. “Harapan kami, ini jadi semacam prototype pesta politik. Bahwa nyatanya, kita bisa melangsungkan pesta politik tanpa politik uang,” ucapnya. (nur)

Facebook Comments