Radar Kendal

Kaya Potensi, Daerah Ini Siap Kembangkan Wisata Terintegrasi

Kaya Potensi, Daerah Ini Siap Kembangkan Wisata Terintegrasi

PEMBINAAN- Pemerintah Kecamatan Gemuh memberikan pembinaan pokdarwis, kades, Karang taruna, untuk wujudkan desa wisata terintegrasi, kemarin.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Pemerintahan Kecamatan Gemuh bersama dengan pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta Karangtaruna secara sinergis siap mewujudkan konsep wisata terintegrasi antar desa yang ada di wilayahnya. Pasalnya, banyak potensi wisata alam yang tersebar di sejumlah desa, sehingga bisa dikembangkan menjadi destinasi unggulan yang menyejahterakan.

Hal itu disampaikan Camat Gemuh M Fatoni, saat memberikan Pembinaan POkdarwis Kecamatan Gemuh, Minggu (26/8). Temanya adalah, “Melalui Pokdarwis Menggerakkan Pariwisata Menuju Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa”. Sebagai pematerinya dari anggota DPRD Kendal dan Kelompol Kopi Lokal Kendal. Kegiatan diikuti para kades, Pokdarwis, dan Karangtaruna.

“Seperti di Desa Triharjo punya pesona alam Bendung Juwero dan jembatan gantung. Kemudian di Desa Sojomerto ada hutan perhutani yang sejuk dan menawan, dan Gowa Kukulan serta Lapangan Tembak yang sudah mashur di kalangan TNI. Akan sangat menarik jika nanti ada sajian kuliner ragam makanan tradisionalnya dan pernak pernik oleh-oleh khas lokal. Itu semua potensi yang luar biasa ada di Kecamatan Gemuh. Ini bisa jadi wisata terintegrasi. Dukungan infrastrukturnya juga sudah bagus,” kata Fatoni.

Kabid Pariwisata Disporapar Kendal, Mardi Edi Susilo, mendukung penuh keseriusan Pemerintah Kecamatan Gemuh untuk mengembangkan desa wisata yang ada di wilayahnya. Hal itu sesuai dengan rencana induk dari Kabupaten Kendal yang akan mewujudkan Kabupaten Kendal sebagai daerah tujuan wisata nasional.

“Saya tekankan, untuk tujuan pembangunan pariwisata ini, bahwa tidak ada sejengkal tanahpun di Kabupaten Kendal yang tidak memiliki pesona. Kami optimis, Kendal bisa jadi tujuan wisata nasional. Kabupaten/Kota Batu sudah mendeklarasikan sebagai Kota Wisata, mukin nantinya di tahun 2022 Kendal bisa juga mendeklarasikan sebagai Kabupaten Pariwisata,” katanya.

Menurut Mardi, pengembangan pariwisata itu harus didukung oleh pembangunan masyarakat yang sadar wisata, sehingga mereka takk sekadar jadi penonton. Saat ini, sudah 33 pokkdarwis yang telah mendapatkan SK Bupati. “Sesuai target Bupati, harus ada 101 pokdarwis yang terbentuk. Artinya, masih kurang 68 lagi,” ucapnya.

Dengan banyaknya desa wisata di Kabupaten Kendal, lanjut Mardi, maka desa bisa menjadi sumber penghasilan. Angka urbanisasi pun karenanya bisa ditekan.

“Kalau desa sudah menghasilkan, maka orang-orang kota yang justru kembali ke desa dan pada akhirnya sejahteralah masyarakatnya,” pungkasnya. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments