Metro Pekalongan

Di Tempat Ini ‘Pasar Jajan’ Dikemas Lebih Modern

Di Tempat Ini 'Pasar Jajan' Dikemas Lebih Modern

MERIAHKAN – Salah satu penampilan seni budaya yang disajikan dalam event Ghapall Night Festival yang dgelar oleh pemuda Gang Haji Palal, RT 03 RW 2 Kelurahan Podosugih, Sabtu (25/8) malam.
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – Momen peringatan HUT ke 73 Kemerdekaan RI, dijadikan oleh pemuda Gang Haji palal Rt 03 RW 2 Kelurahan Podosugih untuk turut menyalurkan ide dan kreativitasnya dalam rangka menyemarakkan momentum tersebut. Agenda ‘pasar jajan’ yang sudah menjadi tradisi di wilayah setempat dikemas lebih menarik dengan berbagai sentuhan hiburan dan penataan yang apik, Sabtu (25/8) malam.

Dalam pembukaan acara misalnya, dilakukan penerbangan sebanyak 200 balon light atau balon yang diberikan lampu berwarna warni. Sebelumnya, Lurah Podosugih yang membuka kegiatan secara langsung juga diarak oleh grup rebana. Setelahnya juga ditampilkan kesenian barongsai di sepanjang komplek Gang Haji Palal.

Koordinator Kegiatan, Julio menjelaskan, konsep awal Ghapall Night Festival adalah menyemarakkan kembali kesenian dan budaya di Kota Pekalongan. “Tujuan utama kedepan adalah acara Ghapall Night festival ini akan identik dengan penampilan seni dan budaya. Kami mulai gelar lagi tahun ini setelah setahun sebelumnya acara ini vakum,” jelasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, di tahun-tahun selanjutnya panitia akan lebih banyak menggandeng pihak-pihak yang berkecimpung dalam seni budaya tradisional untuk ikut tampil dalam acara tersebut. “Kami ingin disini menjadi ajang untuk berekspresi bagi pemuda dalam bidang seni budaya,” katanya.

Selain menampilkan berbagai kesenian, pihaknya juga menyiapkan beberapa hiburan lain seperti live musik, karaoke gratis hingga sejumlah spot selfie bagi anak muda. “Kami juga gelar contest photoboth chalenge dan selfie contest. Kami siapkan dua photoboth yang bisa digunakan untuk berfoto masyarakat,” tambah Julio.

Ghapall Night Festival sendiri sudah sejak 2016 lalu digelar. Namun pada 2017 acara tersebut vakum dan baru dapat kembali digelar tahun 2018. Julio menyatakan, ‘pasar jajan’ yang setiap tahun digelar memang menjadi acara utama dalam kegiatan tersebut. “Pasar jajan tetap berjalan dan kami kemas dengan beberapa hiburan, penampilan seni budaya dan tagline menarik agar kegiatan tersebut dapat tampil lebih modern,” tandasnya. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments