Metro Pekalongan

Kabar Gembira, Undip Buka Pendaftaran untuk Dosen

Kabar Gembira, Undip Buka Pendaftaran untuk Dosen

RESMIKAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Rektor UNDIP Prof Dr Yos Johan Utama meresmikan kampus UNDIP di Kajen, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN / RADAR PEKALONGAN

*Kampus di Kajen Diresmikan

KAJEN – Kampus UNDIP di Kajen akhirnya diresmikan, kemarin. Peresmian itu ditandai dengan penandatangan MoU antara Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dengan Universitas Diponegoro dalam hal ini Rektor UNDIP Prof Dr Yos Johan Utama. Prosesi peresmian dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun, Sekda Mukaromah Syakoer, pimpinan OPD serta civitas Akademika UNDIP di Kajen.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan, sekitar 9,8 hektare lahan sudah siap dihibahkan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat dengan cara investasi pendidikan, yaitu kurang lebih 1 hektare bersertifikat di Kajen dan sisanya di Kesesi untuk dijadikan lahan pendidikan. Ini merupakan peran pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka memfasilitasi pendidikan di Kota Santri.

“Total lahan 9,8 hektare di Kabupaten Pekalongan sudah kita siapkan dalam rangka mengangkat kesejahteraan masyarakat dengan cara investasi pendidikan. Karena saya meyakini, bahwa dengan banyaknya anak-anak yang kuliah, maka semakin mudah merubah nasib dan keluarganya untuk lebih baik.” tutur Asip.

Ia berharap, dengan adanya Universitas Diponegoro di kajen ini mampu membuka seluas luasnya bagi anak-anak yang ingin kuliah di UNDIP dengan cukup di Kajen saja.

Sementara, Rektor UNDIP Prof Dr Yos Johan Utama menyampaikan bahwa pendaftaran mahasiswa dengan 2 prodi di UNDIP Kajen dengan kurikulumnya yang sama dengan UNDIP di Semarang telah melampaui kuota. “Jadi ada sekitar 700-an calon mahasiswa mendaftar di dua prodi, ada sekitar masing masing 340 calon mahasiswa. Namun yang akan kita ambil hanya 120 mahasiswa, dengan kuota masing masing program studi sebanyak 60 mahasiswa,” jelasnya.

Selain itu, UNDIP juga menambah kuota bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu dengan bebas pendidikan di UNDIP Kajen. “Kita juga menambahkan kuota 5 anak yang berasal dari Kabupaten Pekalongan untuk masing-masing prodi dengan bebas biaya akses pendidikan bagi mereka yang berprestasi namun kurang mampu,” tandas Prof Johan.

Dijelaskan, UNDIP Kajen akan terdiri dari 4 bangunan utama. Di antaranya : perpustakaan, sekretariatan, laboratorium, ruang kelas dan ruang pengelola.

UNDIP Kajen, juga akan membuka pendaftaran dosen tetap non PNS di bulan September atau Oktober, dengan 6 Dosen pada masing-masing Prodi, dengan minimal berpendidikan Magister atau S2.

“Nanti setelah diterima, akan kita adakan magang terlebih dahulu di Tembalang, lalu akan kami pindah ke Kajen. Sedangkan nanti dalam proses pendidikan akan ada beberapa Dosen dari UNDIP Semarang untuk sementara kami pindahkan ke Kajen, atau bisa teman-teman yang dari Pekalongan, yang sudah master boleh, seperti dari DepAg, Humas atau yang lainnya. Nanti akan ada NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus), yaitu digunakan oleh bukan dosen tapi pengajar. Nanti di UNDIP Kajen ini akan diisi oleh dosen Tetap non PNS, jadi mereka juga bisa menjadi guru besar, yang tingkatannya setara dengan PNS karena nanti mendapat NIDN (Nomor Induk Dosen Nasaional),” jelas Prof Dr Yos Johan Utama.

Rektor UNDIP juga menambahkan bahwa dalam waktu kurang dari 3 tahun yang akan berjalan, UNDIP di Kajen harus terakreditasi B. Sehingga bermanfaat bagi mahasiswa setelah lulus. “Kita bukan mengejar akreditasi C, tapi kita langsung akan mengejar akreditasi B. Karena untuk membantu mahasiswa yang nantinya lulus mampu masuk ke PNS. Jadi kita bekerja keras dan tidak main-main, dengan niat yang baik. Insyaallah akan dipermudah oleh Allah,” tambahnya. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments