Metro Pekalongan

Bantuan Iuran JKN-KIS dari 10 Optik Diperpanjang

BPJS Kesehatan dan Optik

DIPERPANJANG – Kerjasama pemberian bantuan iuran yang bersumber dari CSR 10 optik di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang yang sudah berlangsung selama satu tahun kembali diperpanjang lewat penandatanganan perpanjangan PKS bersama BPJS Kesehatan cabang Pekalongan.

KOTA PEKALONGAN – 10 optik dari wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang, melakukan penandatanganan perpanjangan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BPJS Kesehatan dalam rangka memberikan bantuan iuran JKN-KIS bagi warga kurang mampu di empat wilayah. Dengan penandatangan tersebut, maka pemberian bantuan iuran JKN-KIS bersumber dari CSR 10 optik itu akan dilanjutkan. Pemberian bantuan iuran JKN-KIS sudah dilakukan sejak 8 September tahun 2017.

Penandatanganan PKS dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan cabang Pekalongan belum lama ini oleh perwakilan 10 optik bersama dengan Kepala BPJS Kesehatan, Yessi Kumalasari. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan iuran secara simbolis kepada perwakilan warga penerima iuran.

Ke 10 Optik yang melakukan kerjasama dengan memberikan bantuan iuran K=JKN-KIS yakni Optik Bipola, Optik Indo, dan Optik Dwitunggal dari Kota Pekalongan. Kemudian Optik Teratai dan Optik Putra dari Kabupaten Pekalongan, Optik Pojok dari Pemalang serta Optik Pro, Optik Rizki, Optik Dian dan Optik Agung dari Batang.

Kepala BPJS Kesehatan cabang Pekalongan, Yessi Kumalasari menjelaskan, pemberian bantuan iuran tersebut merupakan bagian dari upaya BPJS Kesehatan untuk mencapai Universal Coverage (UHC) tahun 2019 mendatang. Tahun ini ke 10 optik yang sudah satu bekerjasama bersedia untuk melanjutkan kerjasama pemberian bantuan iuran.

Program bantuan iuran JKN-KIS dari provider, diinisasi BPJS Kesehatan cabang Pekalongan dengan menawarkan program tersebut kepada provider untuk disalurkan melalui bantuan iuran JKN-KIS bagi warga kurang mampu. Namun kerjasama yang ditawarkan BPJS Kesehatan, dikatakan Asep bukan merupakan keharusan atau syarat bagi para provider, melainkan satu bentuk tawaran. Sehingga dari 15 optik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terdapat 10 optik yang sudah bersedia bergabung dalam program tersebut.

Owner Optik Indo, Handoko mengatakan, kedepan ia berharap dengan kerjasama ini maka masyarakat dapat semakin terbantu. Karena menurutnya, masih ada masyarakat kurang mampu yang belum tercover dalam program JKN-KIS. “Semoga ini bisa membantu bagi masyarakat dan kami dapat terus berkembang maju agar dapat berpartisipasi lebih besar lagi dalam memberikan donasi bagi masyarakat,” harapnya. (nul)

Facebook Comments