Radar Kajen

Unik, Sidang Paripurna Anggota Dewan dan Pejabat Berpakaian Adat Jawa

Pakaian Adat Kirab Budaya

PAKAIAN RADISIONAL – Pakaian Tradisional adat Jawa mewarnai pelaksanaan sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka peringatan hari jadi ke – 396.
TRIYONO

Pakaian Tradisional adat Jawa mewarnai pelaksanaan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke 396, Sabtu (25/8). Seperti apa? Triyono, Kajen

Ada yang beda di Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 396. Peserta sidang paripurna yang dihadiri oleh Forkompinda dan tamu undangan mengenakan baju adat jawa lengkap. Sidang digelar di Aula Lantai 1 Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Sabtu (25/8).

Pantauan, peserta mengenakan baju adat jawa lengkap seperti blankon, lurik, kain batik, dan selop hitam. Beberapa lainnya menggunakan setelan beskap khas Jawa dengan sarung dan celana panjang, ditambah blankon.

Ketika menuju ruang Sidang Paripurna Istimewa, Ketua DPRD, Bupati/ Wakil Bupati Pekalongan, Kapolres Pekalongan, Dandim Pekalongan diikuti 45 anggota DPRD Kabupaten Pekalongan berjalan dipandu oleh ‘cucok lampah’ dan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan.

“Di hari jadi Kabupaten Pekalongan ke 396 diharapkan kedepan semua bisa bersinergi dalam memajukan Kabupaten Pekalongan,” harap Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj Hindun dalam sambutan di Sidang Paripurna Istimewa dengan mengenakan pakaian tradisional.

Dalam memperingati Hari Jadi Ke-396 Kabupaten Pekalongan, Hindun berharap masyarakat sejahtera lahir batin. Terkait pelayanan kesehatan juga perlu ditingkatkan pengangguran harus berkurang. Pertumbuhan ekonomi juga harus ditingkatkan.

Sedangkan untuk pengurangan penganggurangan, pemerintah daerah didorong untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Inovasi juga harus terus dilakukan. Tentu DPRD Kabupaten Pekalongan akan terus mendorong pemerintah daerah agar melakukan inovasi yang membawa dampak positif terhadap masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Berkaitan dengan konsep pelaksanaan rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan tahun ini, memang terdapat perbedaan dengan tahun lalu. Perbedaan itu ada pada pakaian adat yang dikenakan oleh para peserta rapat paripurna istimewa dan para tamu undangan.

”Saat ini kita sudah punya perda tentang pakaian adat. Di dalam perda tersebut, berdasar hasil kajian para ahli, pakaian adat Kabupaten Pekalongan mengikuti adat Mataraman. Untuk itu pada sidang paripurna kali ini, semua peserta mengenakan pakaian adat model Mataraman,” imbuhnya.

Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi menyampaikan capaian dalam kepemimpinanya baik dalam aspek infrastruktur maupun pendidikan.

Tak sampai di situ, alunan pantun dibacakan oleh Bupati Pekalongan dan Ketua DPRD juga ikut memeriahkan Hut Kabupaten Pekalongan ke 396.

Adapun sebagai penutup Sidang Paripurna Istimewa, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun didampingi pimpinan lain H Kundarto, H Achmad Khozien dan Nunung Sugiantoro memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan. (yon)

Facebook Comments