Radar Batang

Hampir 2 Tahun, Misteri Kasus Haniyah Belum Terpecahkan

Pers Rilis Kasus

PERS RILIS – Sat Reskrim Polres Batang, Jawa Tengah, menggelar Pers Rilis pengungkapan kasus dari bulan Januari hingga JuNI 2018.
M DHIA THUFAIL

Polres Batang Akui Kesulitan

Kasus pembunuhan Haniyah di garasi mobil rumah H Masrukin (majikan-red) warga Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang pada 4 Desember 2016 silam sejatinya masih menyisakan sekelumit pertanyaan. Sebab, hingga menjelang akhir tahun 2018, kasus pembunuhan janda beranak 2 tersebut belum juga menemukan titik terang.

Kepolisian Resor Batang, pun tidak tinggal diam, melainkan terus melanjutkan proses penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap siapa pelaku utama dalam kasus pembunuhan ini.

Wakapolres Batang, Kompol Heru Eko Wibowo, mengatakan bahwa kasus pembunuhan Haniyah menjadi prioritas Polres Batang untuk melakukan pengungkapan. Namun dalam perjalanan untuk mengungkap kasus tersebut, ia mengakui kesulitan karena terdapat beberapa hambatan.

“Hambatan itu berupa tempat kejadian perkara (TKP) sudah tidak lagi berstatus quo atau dalam keadaan rusak. Kemudian saat Polisi datang, mayat sudah dipindahkan di sofa kursi ruang tamu, lantai atau bekas bercak darah di lantai sudah dibersihkan dan juga sudah banyak masyarakat yang masuk ke area TKP. Jadi kita kesulitan untuk mendapatkan hasil olah TKP yang maksimal,” katanya.

Ia menyebutkan, dalam peraturan kepala Kepolisian (Perkap) nomor 14 tahun 2012 tentang manajemen penyidikan, ada beberapa klasifikasi perkara, yakni perkara mudah, sedang, sulit dan sangat sulit. “Kasus Haniyah ini masuk dalam klasifikasi perkara yang sangat sulit atau sulit, karena kita tidak ada saksi yang mengarah langsung ke pelaku, lalu tidak ada saksi yang bisa menunjukkan keterkaitan dengan pelaku utama,” terang wakapolres.

Namun demikian, kata Heru, pihaknya akan tetap berusaha dan menjadikan perkara itu sebagai atensi khusus. “Kita sudah menentukan beberapa motif sebenarnya untuk mengungkap perkara ini, namun kehendak Tuhan belum bisa mengungkap siapa pelaku. Oleh karena itu, saya minta kepada masyarakat untuk bisa berperan aktif untuk melakukan pengungkapan dengan memberikan masukan atau informasi. Untuk identitas pasti kita amankan dan pasti kita lindungi,” terangnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Batang, AKP Eko Marudin mengatakan, proses pengungkapan kasus pembunuhan Haniyah sampai saat ini masih terus berjalan. Polres Batang sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi.

“Kita juga telah meminta masukan dari berbagai institusi negara maupun pengawasan dari pihak Polri. Kita juga sudah 5 kali gelar perkara, gelar ini diminta oleh komisi 3 DPR, Ombudsmen, Komisi Kepolisian Nasional (kompolnas), dan inspektorat baik itu dari Mabes maupun dari Polda Jateng,” jelasnya.

Demikian juga dengan surat menyurat, kata AKP Eko, pihaknya telah 9 kali menjawab surat dari instansi lain maupun inspektorat pengawasan intern dari kepolisian. Yang mana ke 9 surat ini menanyakan perkembangan dari penanganan kasus pembunhan ini.

“Meski sulit, Polres Batang akan terus bergerak, dan menjadikan kasus ini sebagai prioritas bukan kita mengabaikan,” tandasnya. (fel)

Facebook Comments