Radar Kajen

Sudah 396 Tahun, Kota Santri Harus Lebih Maju

Kajari Pekalongan Yeni Tri Mulyani, SH. MHum

Dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 396, kedepan Kota Santri diharapkan harus semakin maju baik dalam pembangunan atau masyarakatnya.
Demikian diungkapkan Kepala Kejari Kabupaten Pekalongan, Yeni Tri Mulyani saat di ruang kerjanya.

“Harapanya Kabupaten Pekalongan lebih maju lagi, jadi diantara institusi lebih harmonis dalam konsolidasi, yang fungsinya adalah untuk percepatan pembangunan. Proses pembangunan ini yang mana dalam pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang berlaku,” harap Kejari Kabupaten Pekalongan.

Dengan kemajuan pembangunan, lanjut Kejari muaranya untuk kemakmuran seluruh masyarakat hingga tingkat bawah. Karena Kabupaten Pekalongan ini merupakan daerah cukup progresif, terutama dalam pelaksanaan program program pembangunan. Selain itu masyarakatnya cukup agamis dan sangat toleran.

“Yang mana ini merupakan potensi Kabupaten Pekalongan, selain potensi alam sendiri bagus budaya juga banyak tak kalauh baguanya,” lanjutnya.

Diakui, Kabupaten Pekalongan ini terdiri dari beberapa wilayah dan ratusan desa. Adapun desa saat ini merupakan garda terdepan dalam pembangunanm. Karena diera Pemerintahan Pak Jokowi ini desa dianggap sebagai sentra pembangunan dimana titik berat pembangunan ada di desa, karena masing- masing desa menerima dana desa dari pusat.

“Diharapkan dengan adamya dana desa dilaksanakan dengan baik dan benar tanpa mengabaikan prinsip- prinsip penggunaan uang negara,” harap Yeni Tri Mulyani.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Hindun

Harapan sama juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj Hindun. Kata dia, dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-396, aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Pemkab Pekalongan harus meningkatkan kinerja supaya pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal dan kebersamaan dalam membangun Kota Santri terjalin dengan baik.

“Ibarat pepatah, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Maka kebersamaan dan kekompakan serta sinergitas dalam membangun Kabupaten Pekalongan menuju ke arah yang lebih baik harus dijaga,” katanya.

Diungkapkan, masyarakat Kabupaten Pekalongan ke depan harus lebih sejahtera, pertumbuhan ekonomi juga perlu ditingkatkan. Kebutuhan dasar masyarakat, seperti bidang pendidikan dan kesehatan serta sarana infrastruktur pelayanannya harus ditingkatkan.
Sehubungan apakah porsi APBD Kabupaten Pekalongan sudah pro terhadap masyarakat, politisi perempuan PKB Kabupaten Pekalongan itu menyampaikan, porsi APBD Kabupaten Pekalongan sudah berpihak kepada masyarakat. Hal itu ditunjukkan makin berimbangnya antara belanja langsung dan belanja tidak langsung. Pada APBD Perubahan 2018 ini presentase antara belanja langsung dan belanja tidak langsung 49 persen dan 51 persen.

Dengan demikian, porsi APBD untuk pembangunan Kabupaten Pekalongan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Terutama kaitan dengan pelayanan publik dan sejumlah kebutuhan dasar dari masyarakat.

Momentum peringatan hari jadi ini, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan juga mengharapkan Pemkab Pekalongan melakukan langkah-langkah peningkatan investasi di Kota Santri. Namun, dia menandaskan, investasi yang akan diterapkan di wilayah Kota Santri harus melalui proses penyaringan terlebih dulu.

Jangan sampai investasi tersebut justru membawa dampak negatif terhadap kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan proses penyaringan terhadap investasi yang akan diterapkan di Kota Santri.

“Kalau investasi itu membawa dampak positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan itu yang kita butuhkan. Dan kita dari DPRD mendorongnya. Dan selama ini proses penyaringan itu sudah berjalan, semoga ke depan bisa semakin baik untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan,”harapnya. (yon)

Facebook Comments