Radar Batang

Wihaji Unjuk Kepiawaian Menggendang di Pagelaran Wayang Golek

Wihaji Unjuk Kepiawaian Menggendang di Pagelaran Wayang Golek

BERAKSI – Bupati Batang Wihaji menunjukkan kepiawaiannya menabuh alat musik tradisional gendang saat pagelaran wayang golek di Kecamatan Blado.
M DHIA THUFAIL

BLADO – Bupati Batang, Wihaji, rupanya tak hanya rajin mengapresiasi seni budaya trasidional. Dia bahkan gemar memainkan instrumen tradisional seperti gendang di setiap kesempatan ada pertunjukan wayang atau sejenisnya.

Seperti berlangsung di pelataran kantor Kecamatan Blado, Rabu (22/8) malam. Wihaji lagi-lagi tak canggung menggendang di acara wayang golek selama suntuk yang menjadi penutup rangkaian peringatan HUT RI ke-73. Acara juga dibanjiri ratusan warga.

Pertunjukan wayang golek dengan Dalang Ki Rohim asal Desa Wates, Kecamatan Wonotungal, tersebut menggelar cerita Pangeran dari Gua Selarong. Kegiataan tersebut juga di hadiri oleh Muspika Kecamatan Blado dan Ketua Sang Pamong Kabupaten Batang serta Kepala Desa se-Kecamatan Blado.

Pagelaran wayang terasa makin hidup berkat kolaborasi gamelan dengan instrumen musik modern yang dimainkan begitu kompak, membuat penonton nyaris tak beranjak dari tempat duduk. Dalam sambutannya, Wihaji menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Blado, yang begitu guyub dan rukun dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

“Perayaan dalam rangka memperingati HUT Ke73 Kemerdekaan RI yang dimeriahkan dengan hiburan wayang golek semalam suntuk ini, dibiayai secara swadaya oleh warga. Mereka dengan kompak memberikan iuran sebesar Rp.3.000,- per orang, agar keramaian ini bisa terselenggara. Hal ini membuktikan ada semangat membangun daerah, bangsa dan negara,” ujar Bupati.

Dia juga meminta doa kepada masyarakat, agar dalam menjabat bisa bermanfaat. “Saya tidak akan banyak janji, karena masyarakat sudah bosan janji. Saya akan kerja dan kerja. Pada saatnya, infrastruktur jalan di Blado Insya Allah akan segera kita perbaiki,” ucap Wihaji.

Sementara itu, Camat Blado, Sugeng Sugiharto mengungkapkan, selain menggelar pentas wayang golek, sebelumnya juga telah diawali dengan pawai 1.000 obor dan pesta kembang api.

“Kegiatan puncak perayaan di Kecamatan Blado, menggunakan dana swadaya masyarakat sekitar Rp 80 juta. Guyub rukun, kompak dan cinta NKRI warga Kecamatan Blado tidak bisa diragukan lagi. Inilah kearifan lokal yang harus dijaga dan tetap dilestarikan,” tandas Sugeng Sugiharto.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menunjukkan kepiawiannya menyanyi berduet bersama satu diantara pesinden, dengan membawakan lagu “Gala-Gala” ciptaan Rhoma Irama. Tepuk tangan penonton menggemuruh, ketika Bupati Wihaji dengan fasih melantunkan lirik lagu. Malam itu sebagai tanda kasih dan kenang – kenangan, Bupati Wihaji memberikan 10 potong sarung kepada niyaga dan penonton wayang golek. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Facebook Comments