Metro Pekalongan

Penghayat Kepercayaan Dapat Cantumkan Statusnya di KK

KOTA PEKALONGAN – Masyarakat penghayat kepercayaan kini dapat mencantumkan status kepercayaannya tersebut dalam blangko Kartu Keluarga (KK). Dindukcapil Kota Pekalongan telah resmi memberikan pelayanan dengan memfasilitasi pengisian kolom agama pada KK dengan status penghayat kepercayaan.

Berdasarkan surat dari Dirjen Dukcapil, Kemendagri bernomor 471.14/10666/dukcapil tertanggal 25 Juni 2018, Dindukcapil diminta untuk memfasilitasi jika ada masyarakat yang akan merubah status agamanya menjadi penghayat kepercayaan. Surat tersebut juga telah ditindaklanjuti dengan rakor di Jawa Tengah pada 13 Agustus lalu.

“Dengan adanya surat dari Dirjen Dukcapil Kemendagri yang ditindaklanjuti dengan Rakor di Jawa Tengah, maka status penghayat kepercayaan bisa ditulis di dalam KK. Bagi penghayat kepercayaan kolom agama dapat diisi dengan ‘Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” terang Kepala Dindukcapil Kota Pekalongan, Kustiati Sri Mulyani, Kamis (23/8).

Ditanya mengenai penulisan kolom agama dengan status yang sama di KTP elektronik, Kustiati menyatakan untuk saat ini belum bisa dilakukan karena masih menunggu lisensi. “Masalah lisensi itu menjadi kewenangan Dirjen Dukcapil. Kami di kabupaten kota hanya menunggu, kalau lisensi sudah keluar maka kami siap melaksanakan,” tambahnya.

Mengenai jumlah masyarakat di Kota Pekalongan yang mengubah status agamanya dalam KK setelah keputusan terbit, hingga saat ini dikatakan Kustiati Dindukcapil belum menerima pengajuan.

“Belum ada yang merubah itu. Tapi yang jelas kami sudah siapkan jika ada masyarakat yang ingin merubah status di kolom agamanya,” kata dia.

Terkait mekanisme pengajuan perubahan tersebut, khusus untuk merubah kolom agama terdapat beberapa persyaratan. Diantaranya mengisi formulir dan surat pernyataan.

“Dalam surat pernyataan akan ditulis Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa disertai aliran yang dianut. Namun penulisan di KK, hanya akan tertulis Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Kustiati.

Dengan bertambahnya aturan tersebut, maka saat Dindukcapil menerbitkan tiga jenis KK yaitu KK dimana seluruh keluarga menganut agama tertentu yakni enam agama yang sebelumnya sudah ditetapkan. Kemudian KK untuk seluruh keluarga menganut penghayat kepercayaan serta KK dengan anggota keluarga yang sebagian menganut agama tertentu dan sebagian lainnya menganut penghayat kepercayaan.

Ia juga memastikan, pengisian kolom agama dengan penghayat kepercayaan juga tidak akan berdampak apapun terhadap pelayanan administrasi kependudukan. Karena sudah menjadi aturan maka hak seluruh masyarakat dalam mendapatkan pelayanan adminduk sama. “Semua pihak harus menghormati itu karena ini sudah menjadi aturan berdasarkan keputusan MK pada tanggal 18 Oktober tahun 2017,” tandasnya. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments