Radar Kajen

Bentuk Penghormatan, Bupati Pekalongan Ajak Kepala OPD Ziarah Makam Leluhur

Ziarah Makam Leluhur

ZIARAH MAKAM – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama para asisten Sekda, serta Kepala OPD di Kabupaten Pekalongan melakukan ziarah di makam leluhur Kabupaten Pekalongan.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, bersama para asisten Sekda, dan Kepala Ogranisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, sejak Rabu malam (22/8), hingga Kamis kemarin (23/8), melakukan ziarah ke makam-makam leluhur Kota Santri. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan sebelum pelaksanaan perayaan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.

Ziarah dimulai di Makam Ki Ageng Cempaluk atau Ki Hasan Qosasi di Desa Kesesirejo, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Kemudian Makam Raden Jayengrono atau Sayyid Qosim di Desa Kauman, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Termasuk ziarah di komplek makam Sapuro, Kota Pekalongan, serta ziarah di makam leluhur Kota Santri di daerah Kendal.

“Setiap tahun kegiatan ini rutin kita lakukan, sebagai bentuk penghormatan, kemudian mendoakan para leluhur yang sudah memperjuangkan berdirinya daerah, termasuk melakukan kegiatan ritual budaya terhadap para pendiri Kabupaten Pekalongan,” kata bupati.

Kendati demikian, untuk tahun ini pelaksanaan ziarah cukup berbeda, termasuk pelaksanaan perayaan hari jadi. Pasalnya pada kegiatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-396 dilakukan secara berbeda, seiring telah dilakukannya telusur budaya, dan didapati masalah sejarah serta kebudayaan sebagai kearifan lokal.

“Proses telusur budaya dilakukan cukup panjang, sehingga tahun ini perayaan hari jadi berbeda dan akan dilakukan kirab budaya, mengarak benda-benda budaya serta kekuatan kebesaran Kabupaten Pekalongan dari Kesesi menuju ibu kota Kabupaten Pekalongan di Kajen,” tutur Asip.

Rute kirab dilakukan dari Kesesi karena kecamatan tersebut merupakan cikal bakalberdirinya Kabupaten Pekalongan dan terdapat nama besar tokoh Ki Ageng Cempaluk atau Kiai Qosasih, serta dijadikan sebagai nama daerah Kesesi.

“Jadi tahun ini memang ada perbedaan, karena kita akan melakukan kirab budaya Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-396. Sehingga diharapkan kita semua dapat mempertahankan budaya-budaya kearifan lokal,” pungkasnya. (yan)

Facebook Comments