Metro Pekalongan

Lagi-lagi Warga Luar Daerah Lakukan Aksi Ganjal Mesin ATM

Lagi-lagi Warga Luar Daerah Lakukan Aksi Ganjal Mesin ATM

PENGGANJAL ATM – Komplotan pencuri uang dari mesin ATM dengan modus mengganjal mesin ATM dan memasang stiker call center palsu ditangkap jajaran Satreskrim Polres Pekalongan Kota.
WAHYU HIDAYAT

*Pasang Call Center Palsu, Kuras Rekening Korban

KOTA PEKALONGAN – Jajaran Satreskrim Polres Pekalongan Kota berhasil membekuk empat orang pelaku anggota komplotan pencuri uang dalam mesin ATM, dengan modus mengganjal mesin ATM dan memasang stiker call center palsu, kemarin.

Keeempat pelaku yaitu, M Hatta (39) warga Cianjur Jawa Barat, Mustofa (41) warga OKU Selatan, Sumatera Selatan, Martin (23) warga Bengkulu dan Risky Sanjaya (29) warga OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Dalam ekpos kasus tersebut di Mapolres Pekalongan Kota, Senin (20/8), Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, didampingi Kasatreskrim AKP Edi Sutrisno, menuturkan para pelaku dibekuk usai beraksi di sebuah ATM di SPBU Kuripan, Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. Adapun keempat pelaku ditangkap di sebuah hotel di Kota Pekalongan.

Dijelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban bernama Ajo (38), warga Desa Wanajaya, Kecamatan Cisolo, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kejadian bermula ketika korban akan bertransaksi atau mengambil uang dari ATM di SPBU Kuripan, Rabu (18/7) sekira pukul 09.00 WIN. Setelah kartu ATM dimasukkan dan sudah melakukan penarikan tunai, ternyata kartu ATM tidak bisa keluar.

Saat korban kebingungan, tiba-tiba ada seseorang datang memberitahu supaya korban menelpon call center yang tertempel di mesin ATM.

Kemudian korban menelpon call center tersebut dan dapat penjelasan rekening akan diblokir dan disuruh memencet tombol di mesin ATM. Selanjutnya korban pergi meninggalkan lokasi.

Saat di perjalanan, korban menerima pemberitahuan melalui SMS banking telah terjadi penarikan tunai dan transfer. Mengetahui hal itu, korban langsung datang ke bank untuk melakukan pemblokiran.

Setelah dilakukan print buku rekening, ternyata saldo tabungannya sudah berkurang Rp120 juta. Atas kejadian tersebut korban kemudian melapor ke Polres Pekalongan Kota.

Setelah menerima laporan dari korban, Tim Resmob Polres Pekalongan Kota melakukan penyelidikan. Dari hasil olah TKP, keterangan saksi, rekaman cctv serta bukti lain di lapangan, akhirnya polisi mengetahui keberadaan para pelaku. Satreskrim Polres Pekalongan Kota juga bekerja sama dengan jajaran Reskrim Polres Bantul, yang saat itu juga sedang mencari keberadaan para pelaku dengan modus sama.

Kemudian, polisi berhasil menangkap empat orang terduga pelaku yang saat itu menginap di sebuah hotel di Kota Pekalongan. Sedangkan dua orang terduga pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dengan modus mengganjal kartu ATM dan memasang call center palsu, sehingga korban terkecoh saat kartu ATM tertelan berusaha menghubungi nomor call center yang dipasang pelaku. Korban tak sadar kalau dia telah digiring untuk menyebutkan Nomor PIN ATM,” ungkap Kapolres.

“Dalam melaksanakan aksinya para tersangka membagi tugas yaitu dua orang memasang stiker call center palsu dan memasang alat pengganjal kartu ATM, sedangkan dan pelaku lain mengawasi di sekitar TKP. Ada pula yang berpura-pura membantu menyarankan agar menghubungi call center palsu tersebut,” imbuhnya.

Disamping mengamankan keempat pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain dua unit sepeda motor, uang tunai Rp8 juta, 3 buah obeng, 2 buah pinset, double tip, hansaplast dan dua buah Hp.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Adapun ancaman hukumannya kurungan penjara maksimal 5 tahun. “Kasus ini sedang dalam penyidikan lebih lanjut,” sambung Kapolres.

Di hadapan petugas, salah satu pelaku, Hatta, mengakui dalam menjalankan aksinya, mereka sudah membagi tugas.

Mereka punya peran masing-masing. “Saya bertugas mengawasi korban. Begitu ATM korban macet tidak bisa keluar dari mesin ATM, saya mengarahkan korban untuk menelpon nomor di stiker call center yang sudah dipasang di mesin ATM tersebut,” katanya.

Selain dia, imbuh Hatta, ada beberapa temannya lagi yang juga turut mengawasi kondisi sekitar. Ada pula temannya yang berperan seolah-olah sebagai petugas customer service bank dan menerima panggilan telpon dari korban. “Setelah korban menelpon dan menyebutkan PIN ATMnya, ada teman kita yang kemudian bertugas mengambil kartu ATM milik korban, setelah korban meninggalkan lokasi,” ujarnya.

Kartu ATM itu selanjutnya dipakai pelaku untuk menguras saldo rekening milik korban. Ada yang dengan cara diambil secara tunai, ada pula yang langsung ditransfer ke rekening lain. “Sebelum diblokir, kita ambil uang dalam rekening korban,” ungkap pelaku lagi.

Kapolres AKBP Ferry menambahkan, sebenarnya modus pencurian uang dari rekening nasabah bank itu adalah modus lama. Pelaku memasang semacam mika supaya kartu ATM korban tidak bisa keluar. Selain itu pelaku menempelkan call center palsu. “Untuk itu kami imbau kepada masyarakat, untuk waspada, jangan sampai terkecoh dengan nomor call center palsu. Diimbau pula untuk jangan pernah memberikan nomor PIN ATM ke siapapun,” imbaunya. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments