Radar Batang

Ternyata Empat Kecamatan di Batang Ini Rawan Transaksi Narkoba

Ternyata Empat Kecamatan di Batang Ini Rawan Transaksi Narkoba

PERS RELEASE – Satuan Reserse Narkoba Polres Batang merilis 28 kasus narkoba dari bulan Januari hingga pertengahan Agustus 2018, baru-baru ini.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Polres Batang melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil mengungkap dan menyelesaikan 28 kasus narkoba selama Januari hingga pertengahan Agustus 2018. Sesuai data kasus tersebut, ada empat kecamatan di Kabupaten Batang yang terindikasi paling rawan bagi terjadinya transaksi barang haram tersebut.

Wilayah Batang yang diindikasi sebagai daerah transaksi yaitu Batang Kota, Gringsing, Limpung, Banyuputih. “Penangkapan tersangka cenderung di wilayah Batang Kota, Gringsing, Limpung, Banyuputih dan memang wilayah tersebut terindikasi sebagai daerah transaksi,” ungkap Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, melalui Kasatresnarkoba, AKP Hartono.

AKP Hartono menyampaikan, dalam yang dilakukan jajarannya, sebanyak 41 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba dari berbagai wilayah Batang dan Pekalongan.

“Adapun, 41 tersangka yang ditangkap polisi adalah sebagian merupakan jaringan lama atau residivis pidana umum. Mereka bertugas sebagai perantara atau pengedar narkotika jenis sabu-sabu dan tembakau gorila. Terakhir tersangka inisial CA ini ditangkap kembali dengan kasus yang sama setelah keluar dari Lapas Magelang,” terang AKP Hartono, Kamis (16/8).

Tersangka inisial CA, kata AKP Hartono, mendapatkan barang narkoba itu dari temannya yang menghuni di dalam Lembaga Pemasyarakatan Magelang. Ia mendapatkan barang narkoba sebanyak 25 gram melalui kurir paket. Dimana setiap 1 gram narkoba yang ia beli bernilai Rp1 juta dan kemudian dijual kembali dengan harga Rp1,3 juta

“Menurut pengakuan para tersangka, barang haram tersebut diperoleh dari seseorang di Semarang dan Pekalongan, serta Lembaga Pemasyarakatan Magelang. Akan tetapi saat kami lacak ke sana (Lapas Magelang, red.) kami tidak menemukan barang bukti yang disampaikan para tersangka,” katanya.

AKP Hartono mengatakan, selain meringkus para tersangka, polres juga mengamankan barang bukti narkoba, seperti sabu-sabu, ganja, tembakau gorila, pil psikotropika, alprazolam, dextro, dan trihex.

Target sasaran para pengedar narkoba, kata dia, para sopir truk dan pedagang di wilayah jalur pantura Gringsing melalui pengiriman paket seharga Rp1 juta sampai Rp1,3 juta per gram.

Dikatakannya, atas perbuatannya tersebut mereka dijatuhi Pasal 114, 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal seumur hidup. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Facebook Comments