Radar Pendidikan

Sekolah Ini Genjot Total Program Tahfidz

MII Pringlangu 01

KBM – Pembelajaran metode K13, para siswa menikmati kegiatan belajar mengajar.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – Mengurangi kegiatan ekstra, menjadi satu strategi MII Pringlangu 01 untuk mencetak para hafidz siswa-siswinya. Program ini menjadi terobosan terbaru sekolah.

Demikian disampaikan Kepala MII Pringlangu 01, Waryanto SAg, kepada Radar Pekalongan di ruang kerjanya, Senin (20/8). “Pengurangan ini memang menjadi salah satu strategi kami, karena tahun-tahun sebelumnya ekstranya cukup banyak. Jadi tahfidznya malah keteteran tidak ada progres yang terlihat,” ungkap Yanto sapaan akrabnya.

Program tahfidz ini kembali digalakkan oleh MII Pringlangu 01, sebagai salah satu capain yang harus diraih oleh para siswa sebelum mereka lulus dari sekolah. Minimal juz 30 harus dikuasai sebagai targetan awal.

“Tahun ini sudah mulai tertata, tahfidz kita ada 3 hari dalam pembelajaran KBM. Nah sisanya buat kegiatan ekstra yang lain. Jadi cukup mengurangi banyak kegiatan ekstra yang sebelumnya full selama 1 minggu,” imbuhnya.

Ini menjadi upaya untuk mempersiapkan anak didik yang tidak hanya pintar dalam akademis saja, namun juga pintar dalam beragama sehingga bisa bermanfaat di masyarakat.

“Kami mempersiapkan bekal mereka untuk terjun ke masyarakat, mungkin belum terlihat sekarang tapi nanti ketika mereka terjun kemasyarakat dan diminta mengimami misalnya mereka sudah siap karena sudah menghafal Alquran,” ujar laki-laki yang hobi membaca ini.

Pihaknya berharap, pengurangan kegiatan ini bisa menjadi strategi tepat untuk mencapai target yang diharapkan. Meskipun sedikit program namun terlihat jelas hasilnya dibandingkan banyak program namun setengah-setengah menjalankannya. (mal)

Facebook Comments