Radar Kendal

Awas, Jangan Bakar Sampah Sembarangan

Kebakaran

RENTAN – Selama bulan Juli hingga Agustus telah terjadi 18 kejadian kebakaran di Kabupaten Kendal. Warga dihimbau berhati-hati membakar sampah.
NUR KHOLID MS

Juli-Agustus, Ada 18 Kasus Kebakaran

Kasus kebakaran di Kabupaten Kendal selama musim kemarau ini terbilang tinggi. Terhitung sejak Juli sampai Agustus ini, sudah 18 insiden kebakaran terjadi. Salah satu penyebabnya diduga karena aktivitas bakar sampah hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan.

“Kami meminta masyarakat lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas bakar sampah, bermain api, atau membuang puntung rokok. Sebab di musim panas seperti ini, kecerobohan kecil bisa berujung kebakaran,” pesan Kasie Operasional dan Pengendalian (Opdal) Damkar pada Dinas Satpolkar Kabupaten Kendal, Syaiful Huda, Senin (20/8).

Dia mencontohkan tiga kasus kebakaran yang terjadi dalam satu hari, baru-baru ini. Pertama, terjadi di TPA Darupono Kaliwungu Selatan. Belum diketahui penyebab kebakaran,tapi menurut Syaiful, kemungkinan karena cuaca yang cukup panas, sehingga tumpukan sampah yang kering mudah terbakar. “Beruntung, dua mobil Damkar dari Unit Damkar Kaliwungu dan Unit Damkar Pantura Kendal mampu mengatasinya,” ungkapnya.

Kasus kebaran kedua terjadi di lahan alang-alang tempat menyimpan serbuk kayu milik Ari di Desa Kaligading RT 04/02 Dusun Masiran, Kecamatan Singorojo. Kebakaran yang terjadi di lahan seluas 45 x 15 meter itu diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah. Kebakaran dapat diatasi setelah ditangani oleh dua Unit Damkar sektor Boja.

Ketiga, terjadi Desa Sukorejo RT 05/01 Kecamatan Sukorejo, yaitu tumpukan bambu di atas dak rumah milik Wiok. “Kebakaran tersebut berhasil ditangani dua unit Damkar sektor Sukorejo, namun total kerugian sekitar Rp 1 juta. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, pada lahan seluas 2 x 3 meter tersebut,” katanya, Senin (20/8)

Resiko tinggi kebakaran juga mendorong Bupati Mirna Annisa mengeluarkan Surat Keputusan tentang siaga kebakaran hutan dan lahan. SUrat berlaku sejak Juli sampai Oktober 2018. “Ini terutama untuk kecamatan-kecamatan yang memiliki wilayah hutan dan lahan,” ungkapnya.

Syaiful menambahkan, selama bulan Juli sampai Agustus ini terjadi 18 kasus kebakaran, baik menimpa rumah, tempat usaha maupun hutan dan lahan. “Kepada warga, jika mengalami kejadian kebakaran agar langsung melaporkan lewat telepon ke Kantor Pemadam terdekat supaya cepat dilakukan pemadaman,” pungkasnya. (nur)

Facebook Comments