Radar Batang

Ingat, Kepala OPD Harus Inovatif dan Kreatif

Dony Widyo
PENGARAHAN – Bupati Wihaji didampingi Sekda NASIKHIN saat memberikan pengarahan kepada Kepala OPD dan juga pejabat eselon III di halaman rumah dinas Bupati Batang.

BATANG – Bupati Batang, Wihaji menyatakan bahwa dirinya hingga saat ini masih menunggu inovasi dan terobosan dari setiap kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama terkait sembilan program prioritas pemerintahannya bersama Wakil Bupati, Suyono. Hal itu diperlukan guna mempercepat pembangunan daerah, dan juga peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Terobosan dan inovasi harus terus kita lakukan, terutama yang berhubungan langsung dengan masyarakat, serta untuk mempercepat pembangunan di Batang ini,” ujar Bupati Wihaji didampingi Sekda NASIKHIN saat memberi pengarahan kepada kepala OPD usai kegiatan lomba memeriahkan HUT RI ke-73 di halaman rumah dinas, Sabtu (18/8).

Pada kesempatan itu, Wihaji juga menanyakan perkembangan pencapaian beberapa program kerja yang menjadi skala prioritas. Seperti menciptakan seribu wirausahawan baru, bupati meminta adanya data riil berapa jumlahnya hingga saat ini. Hal itu diperlukan agar apabila ada calon wirausahawan baru yang membutuhkan bantuan, maka Pemda bisa memberikan bantuan dengan dicarikan pemodal atau pihak yang bisa memberikan bantuan.

“Termasuk juga untuk program one village one produk, saat ini sudah ada beberapa desa yang memiliki produksi khasnya dan itu harus terus kita bantu. Termasuk bagi desa-desa lainnya yang belum, harus kita pacu dan berikan bantuan, baik pelatihan ataupun lainnya agar bisa menciptakan suatu produk unggulan di desanya,” jelas Wihaji.

Selain itu, lanjut Wihaji, juga terkait beberapa program kerja prioritas lainnya juga harus terus dipacu pencapaiannya. “Setiap OPD minimal harus ada tiga program prioritas, terutama yang bersinggungan langsung dengan masyarakat atau pelayanan publik yang menjadi sorotan masyarakat. Jangan sampai muncul keluhan. Program prioritas juga diperlukan agar dalam bekerja ada ukuran atau capaian keberhasilan dari kinerja yang dilakukan minimal dalam satu tahun ,” tegasnya.

Terkait rencana gerakan matikan TV mulai pukul 18.00 hingga 20.00 wib, Bupati Wihaji mengungkapkan bahwa Batang sudah memiliki Perda tahun 2013 tentang wajib belajar yang bisa dipergunakan sebagai dasar gerakan tersebut. Hal itu diperlukannguna agar anak-anak bisa belajar dengan baik yang pada akhirnya bisa meningkatkan prestasi mereka di bidang akademik maupun ilmu agama. “Selain itu, juga meningkatkan hubungan kebersamaan didalam sebuah keluarga. Mengingat saat ini banyak anak maupun orang tua lebih fokus pada televisi maupun hp dibandingkan berkumpul bersama,” beber Wihaji.

Sedangkan untuk lebih meningkatkan kebersamaan dan guyup rukun diantara Kepala OPD maupun pejabat eselon lainnya, Bupati melontarkan gagasan adanya kegiatan kumpul-kumpul bersama untuk berdiskusi terkait semua hal yang berhubungan dengan program kerja maupun pembangunan di Batang. “Selain itu juga bisa sambil jalan-jalan santai ke objek wisata yang ada, sehingga bisa lebih guyup rukun dan fress,” tandas Wihaji. (don)

Facebook Comments