Metro Pekalongan

Bejat, Gadis Berketerbelakangan Mental Digarap oleh Pemuda Ini

Ilustrasi pixabay

KOTA PEKALONGAN – Seorang pemuda berinisial OW (29), warga Bendan Kergon, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Pekalongan Barat, Rabu (15/8).

Pemuda tersebut ditahan dan menjalani pemeriksaan di Polsek Pekalongan Barat, karena diduga telah mencabuli seorang gadis yang masih berusia 12 tahun. Ironisnya, korban merupakan anak yang berketerbelakangan mental.

Informasi yang dihimpun, kasus ini terungkap berkat kecurigaan keluarga korban yang sempat melihat OW bersama korban di rumah korban. Awalnya, pada Minggu (5/8) sekira pukul 10.30 WIB, bude korban melihat tersangka menonton televisi di rumah korban. Saat itu tersangka duduk dengan korban di depan TV.

Merasa curiga, bude korban pun menyuruh menanyakan ke korban perihal ada hubungan apa antara korban dengan tersangka, mengingat mereka masih tetanggaan.

Didapatkan informasi kalau payudara korban sudah dipegang-pegang oleh tersangka. Tersangka juga dikatakan sudah memasukkan jari tangannya ke organ intim korban.

Atas keterangan tersebut, korban dibawa ke RSUD Siti Khodijah untuk diperiksa. Berdasar pemeriksaan medis, ternyata organ intim korban sudah robek. Kondisi itu kemudian diberitahukan ke ibu korban, selanjutnya orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Pekalongan Barat.

Dari laporan itu, polisi melakukan pemeriksaan terhadap saksi, korban, maupun terlapor. Dari pendalaman penyidik, pelakui mengakui perbuatannya. Bahkan, disamping telah meraba serta memasukan jarinya ke alat vital korban, pelaku juga pernah menyetubuhi korban.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Hanafi Umar, membenarkan adanya laporan kasus tersebut. “Iya benar, kejadiannya beberapa hari lalu. Yang melaporkan orang tua korban. Perbuatan asusila yang dilakukan oleh laki-laki yang sudah dewasa terhadap wanita yang masih anak-anak,” ungkap Kapolsek, Rabu (15/8).

Kompol Hanafi menambahkan pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut, memeriksa saksi-saksi, dan masih menunggu hasil visum et repertum dari rumah sakit.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 82 Jo pasal 76E dan atau pasal 81 Jo pasal 76 D UURI nomor 17 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat

Facebook Comments