Metro Pekalongan

Ingat Ini, Jalan Cempaka-Teratai Direncanakan Satu Arah

KOTA PEKALONGAN – Dinas Perhubungan Kota Pekalongan akan kembali menerapkan sistem satu arah pada dua ruas jalan yakni Jalan Teratai dan Jalan Cempaka. Keputusan penerapan sistem satu arah pada dua ruas jalan tersebut, sudah disepakati dalam rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Rabu (15/8). Namun penerapannya masih menunggu keputusan teknis yang akan diawali dengan survey lapangan dalam beberapa waktu mendatang.

Kepala Dishub, Slamet Prihantono, menjelaskan keputusan menerapkan sistem satu arah pada Jalan Cempaka dan Jalan Teratai didasari atas kondisi simpang Jalan Seruni yang krodit. “Setiap sore simpang Jalan Seruni selalu macet dan terjadi antrean. Karena saat ini Jalan Seruni menjadi jalur alternatif utama. Sehingga kami carikan solusi salah satunya menerapkan sistem satu arah,” tuturnya usai kegiatan.

Mengenai teknis satu arah yang akan diterapkan, Totok menyatakan bahwa ada tiga opsi yang akan dipertimbangkan. Yaitu menerapkan satu arah untuk Jalan Teratai sampai Jalan Kenanga dari utara ke selatan dan Jalan Cempaka diterapkan satu arah untuk arah sebaliknya yakni selatan ke utara.

Opsi kedua, kebalikan dengan opsi pertama yakni Jalan Teratai hingga Jalan Kenangan diterapkan satu arah dari selatan ke utara dan Jalan Cempaka diterapkan satu arah dengan arah sebaliknya. Sedangkan opsi ketiga, dua ruas jalan diterapkan satu arah dari masing-masing arah namun di simpang seruni hanya diperbolehkan berbelok ke barat atau timur. Sehingga kendaraan dari arah utara tidak diperbolehkan ke selatan, begitu juga sebaliknya.

“Akan kami lakukan survey terlebih dahulu mana yang arusnya lebih padat nanti akan digunakan untuk mengarahkan jalur. Dalam satu minggu kedepan akan kembali digelar rapat FLLAJ kembali untuk memutuskan teknis dan opsi mana yang akan digunakan untuk menerapkan satu arah di Jalan Teratai dan Jalan Cempaka,” tambahnya.

Selain merencanakan penetapan sistem satu arah pada dua ruas jalan tersebut, dalam rapat juga dibahas revisi terkait penerapan sistem satu arah yang sudah dilakukan sebelumnya yakni di Jalan Kartini dan Jalan Tentara Pelajar. Revisi dilakukan melihat kondisi lapangan dan kesulitan penerapannya terhadap masyarakat sekitar.

Kabid Lalu Lintas pada Dishub, M Restu Hidayat dalam paparannya mengatakan bahwa untuk Jalan Tentara Pelajar penerapan satu arah akan dikhususkan bagi roda empat. Sedangkan roda dua tetap dapat melintas dua arah. Sedangkan untuk Jalan Kartini, penerapan sistem satu arah akan diberlakukan dengan pembatasan waktu.

“Sesuai hasil evaluasi, untuk satu arah tahap kedua ada revisi. Jalan Tentara Pelajar yang sebelumnya diterapkan satu arah untuk semua kendaraan kedepan hanya akan diberlakukan bagi roda empat. Sedangkan di Jalan Kartini akan dibatasi waktu yakni pagi tetap satu arah sedangkan malam hari bisa dua arah untuk semua jenis kendaraan,” katanya.

Khusus untuk Jalan Kartini, pertimbangannya adalah satu arah yang diterapkan berdampak bagi kepadatan yang terjadi di Jalan Dr Wahidin yang berimbas hingga ke simpang Posis. Restu mengatakan, dengan perubahan tersebut diharapkan bisa mengurangi krodit yang terjadi di simpang Posis. (nul)

Facebook Comments