Radar Batang

Satu Bulan Saja 113 Motor Knalpot Brong Diamankan Satlantas

Satu Bulan Saja 113 Motor Knalpot Brong Diamankan Satlantas

PRESS RILIS – Kasatlantas Polres Batang AKP Muhammad Adiel Ariesto menunjukkan barang bukti sitaan berupa knalpot modifikasi.
M DHIA THUFAIL / RADAR PEKALONGAN

BATANG – Kepolisian Resor Batang, berhasil mengamankan sedikitnya 113 sepeda motor yang menggunakan knalpot modifikasi atau tidak standar dalam pelaksanaan operasi rutin selama satu bulan terakhir.

Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, melalui Kasatlantas AKP Muhammad Adiel Ariesto mengatakan, ratusan sepeda motor itu diamankan polisi karena melanggar pasal 285 ayat 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Kelaikan Teknis Kendaraan di Jalan.

“Dalam kurun satu bulan kita menggelar razia kenalpot racing, dan kita berhasil menjaring ratusan sepeda motor berbagai jenis yang menggunakan knalpot tidak standar, yaitu menggunakan knalpot racing atau modifikasi,” ungkapnya saat gelaran press rilis, Selasa (14/8).

Hingga kini, kata Aristo, ratusan motor tersebut masih dikandangkan di halaman Satlantas Polres Batang. “Banyak sisi negatif dalam menggunakan sepeda motor yang tidak menggunakan knalpot standar, antara lain menimbulkan polusi suara, memicu konflik sosial atau gesekan antarwarga apalagi menjelang masa kampanye,” katanya.

Ia mengatakan, polisi akan menyerahkan kembali sepeda motor itu apabila pemiliknya mengembalikan fungsi dan kondisi kendaraan sesuai UU Nomor 2 Tahun 2009. Selain itu, kata dia, pemilik sepeda motor juga harus bisa menunjukan kelengkapan surat kendaraan yang sah dan memasang kembali knalpot standar.

“Apabila sepeda motor itu tidak diambil pemiliknya, maka knalpot modifikasi akan dilakukan pemusnahan. Jika pemilik sepeda motor mau mengambil sepeda motornya maka harus memasang kembali knalpot standar, membuat surat pernyataan tidak mengulang lagi perbuatannya,” jelasnya.

lanjut Aristo, untuk mengantisipasi pemasangan knalpot rising atau modifikasi, polres akan melakukan sosialisasi pada pemilik toko onderdil atau modifikasi kendaraan tidak sembarangan menjual alat tersebut.

“Penggunaan sepeda motor berknalpot modifikasi boleh digunakan hanya pada kegiatan resmi atau balapan resmi, itu pun pengangkutannya juga diatur yaitu diangkut dengan kendaraan kabin ganda,” katanya.

Menurut dia, sebanyak 113 sepeda motor yang diamankan polisi tersebut, pemilik kendaraan juga ada yang tidak menunjukan kelengkapan surat kendaraan yang sah. “Kami tidak akan kompromi bagi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan knalpot standar. Kami pasti menyita dan mengamankan bagi sepeda motor yang menggunakan knalpot modifikasi,” tandasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments