Radar Batang

Mangkrak 2 Tahun, Bupati Batang Ingatkan Jembatan Karangdadap Tak Boleh Gagal Lagi

Sidak Jembatan Karangdadap

SIDAK – Bupati Batang Wihaji bersama Wakil Bupati Batang Suyono melakukan sidak di Puskesmas Bandar 1.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur penting di Kabupaten Batang tak luput dari perhatian Bupati Wihaji. Salah satunya lanjutan pembangunan Jembatan Pandansari-Karangdadap yang sempat mangkrak dua tahun, Bupati meminta pengerjaannya tahun ini tak boleh gagal lagi.

Pernyataan itu ditegaskan Bupati saat sidak sejumlah proyek bersama Wabup Suyono dan didampingi sejumlah pejabat, seperti Asisten II Sekda WOndy Ruki Trisnanto, Kabag Humas Triyossi JR, Camat Warungasem Wilopo, dan lainnya. Selain jembatan, Bupati juga meninjau proyek jalan Pandansari-Warungasem, serta pembangunan Puskesmas Bandar 1.

Menurut Bupati, jembatan penghubung Batang dengan Kabupaten Pekalongan itu sebelumnya gagal diselesaikan rekanan pada tahun 2016 silam dan bernasib mangkrak selama dua tahun.

“Karena pelaksana tidak punya uang, sehingga ditinggal lari begitu saja. Maka tahun ini kita anggarkan lagi dari Bankeu Pemprov Jateng dan saya harap jangan sampai ada masalah lagi,” katanya.

Ia menyebutkan, sebelumnya total nilai proyek pengerjaan jembatan kali kupang itu sebesar Rp 6 miliar dan tahun ini kembali dianggarkan dengan nilai Rp 3,8 miliar. Adapun pemenang lelang yang akan mengerjakan proyek jembatan itu adalah PT Sarana Indo Raya dari Jakarta dengan pengawas dari Kota Semarang. “Dulu, rekanan hanya mampu selesaikan 30%, jadi sudah kita blacklist,” tandasnya.

Proyek jembatan itu sudah mulai dikerjakan kembali per 2 Agustus 2018 dan ditarget selesai pada 30 November 2018. “Saya tidak mau tahu, yang jelas harus selesai dan jangan sampai mangkrak lagi, karena rakyat sudah dirugikan dengan mangkraknya jembatan ini, ” jelas Wihaji.

Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas Pererjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Batang Endro Suryono mengatakan, untuk langkah Selanjutnya yang akan dibangun finising jembatan mulai dari gelagarnya, sampai lantai jembatan.

“Kalau dulu pembangunan proyeknya baru mencapai 30 persen, dan sekarang ini tinggal melanjutkan 60 persen. Nantinya, jembatan Kali Kupang ini akan memiliki panjang 22 meter dan lebar 9 meter,” terangnya.

Sementara terkait Puskemas Bandar 1, anggarannya mencapai Rp 3,5 M yang bersumber dari DAK dan APBN 2018. Pada sidak yang dilaksanakan di Puskesmas Bandar 1, Bupati Wihaji menemukan tahapan proyek yang progresnya seharusnya sudah mencapai 17 persen tetapi baru tercapai 11 persen dilakukan dalam 7 minggu. “Ada keterlambatan pada pelaksanaan proyek pembangunan itu, meski sedikit,” katanya.

Bupati menyatakan tak ingin ada lagi proyek bermasalah di tahun ini. Menurut dia, proyek pembangunan fisik bermasalah dipastikan akan merugikan pemkab dan masyarakat, sehingga hal itu perlu adanya pantauan secara langsung. “Kami minta pada tahun ini jangan sampai ada pekerjaan proyek pembangunan bermasalah seperti halnya pembangunan RSUD yang masih menyisakan persoalan,” kata Wihaji. (fel)

Facebook Comments