Nasional

Waduh, Anak Buah SBY Sebut Ada Untungnya Mainkan Isu SARA dan Sebarkan Hoax

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyebut ada untungnya penyebaran hoax dan isu SARA, salah satunya meningkatkan partisipasi pemilih, seperti di Pilkada DKI Jakarta 2017, Selasa (14/8). (Igman Ibrahim/JawaPos.com)

JAKARTA – Berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian masih menjadi alat ampuh yang digunakan para elite politik untuk menjatuhkan lawannya. Praktik seperti ini pun telah banyak ditolak oleh sejumlah kalangan masyarakat.

Dalam paparannya, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon memiliki pandangan yang berbeda soal maraknya praktik penyebaran hoax. Baginya, praktik yang dinilai telah mencederai demokrasi bangsa itu sebenarnya memiliki keuntungan tersendiri.

“Di satu sisi hoax atau ujaran SARA itu menurunkan kualitas pemilu kita. Tapi, di sisi lain ini sarana paling efektif untuk mobilisasi orang ke TPS,” kata Jansen saat menghadiri diskusi di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (14/8).

Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini pun memberikan contoh pada pelaksanaan pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Ia justru melihat penyebaran hoax berimbas besar kepada partisipasi pemilih.

“Jadi kalau kita ingin meningkatkan partisipasi pemilih misalnya kayak pilkada DKI kemarin itu hampir 89 persen, ditarik-tarik itu orang, kenapa? karena mereka memilih atas dasar perbedaan agama dan identitas,” ucapnya.

Di sisi lain, kata Jansen, jika penyebaran hoax ditekan, maka akan berimbas besar kepada partisipasi pemilih yang akan semakin menurun. Namun, lanjut dia, pihaknya pun tak sepenuhnya menyetujui dengan praktik semacam itu.

“Kalau hoax kita hilangkan, partisipasi pemilih turun, (tapi) kalau ingin partisipasi pemilih (tinggi) galakkan hoax. Itu thesis yang belum terbantahkan sejak di Pilkada DKI Jakarta. Tapi, tentu kita ingin hoax ini jangan lah,” pungkasnya. (aim/JPC)

Facebook Comments