Radar Batang

Butuh Cara Luar Biasa Tanggulangi Narkoba

Kampanye Stop Narkoba

KAMPANYE ANTI NARKOBA – Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Batang Suyono, didampingi para isteri dan pejabat terkait foto bersama dengan jajaran BNN Kabupaten Batang.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Kejahatan narkoba menjadi kejahatan yang luar biasa. Berbagai cara terus dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk bisa menekan angka peredaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut.

Seperti diungkapkan Kepala BNN Kabupaten Batang, Drs Teguh Budi Santoso MM. Diakuinya, kasus narkoba menjadi satu di antara kasus yang mendominasi di Kabupaten Batang, dimulai dari anak sampai dengan orang dewasa.

“Para pelaku, pencipta, pengedar dan pemakai narkoba sudah masuk di semua wilayah. Tidak hanya di kalangan orang kaya saja, namun juga di kalangan orang miskin yang semuanya menjadi target,” ungkap Teguh pada gelaran peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 di pendopo setempat, Sabtu malam (11/8).

Dengan maraknya peredaran narkoba tersebut, kata Teguh, BNN akan serius dalam melakukan pencegahan peredaran gelap narkoba. Namun menurutnya, semua itu harus mendapatkan dukungan dari semua pihak dan masyarakat Kabupaten Batang agar bersih dari narkoba.

“Pemberantasan narkoba tidak mungkin dilakukan oleh BNN saja, melainkan harus digerakan oleh semua pihak,” tuturnya.

BNN Batang telah mengukuhkan sedikitnya 150 pegiat, yang terdiri dari kalangan masyarakat umum sejumlah 15 orang, pemerintah 30 orang, dan sisanya di kalangan pelajar. “Mereka memiliki tugas untuk membentengi masyarakat terhadap narkoba, yang harapanya bisa menekan angka penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Batang,” katanya.

Senada, Bupati Batang, Wihaji menegaskan, kejahatan narkoba menjadi kejahatan yang luar biasa. Maka cara-cara untuk pencegahan dan tindakannya juga harus dengan cara luar biasa pula. Yakni harus ada inovasi dan kreativitas BNN untuk melakukan pendekatan kampanye anti narkoba.

“Saya mengapresiasi (jajaran) BNN Kabupaten Batang yang telah berinovasi kampanye anti narkoba melalui pendekatan seni, karena zaman telah berubah maka kampanyenya pun harus mengikuti zaman,”ucap Wihaji.

Bupati menambahkan, setiap kunjungan kerja yang ia lakukan, selalu menyempatkan untuk melakukan kampanye anti narkoba di sekolah-sekolah.

Peringatan HANI 2018 dihadiri Wakil Bupati Batang Suyono, Sekda Nasikhin dan unsur Forkopimda. Tak ketinggalan, diramaikan juga dengan pagelaran pentas seni, berupa paduan suara dari SMKN 1 Batang dan tarian dari Sanggar Multy Talent. Selain itu, Bupati Wihaji tampil bersama karawitan “Ngaku Salah” dengan niyaga terdiri para Camat. Sedangkan isteri Bupati Batang, Ny Uni Kuslantasih Wihaji tampil bersama karawitan “Ojo Gebrek” (Jangan ribut sendiri), dengan penabuh gamelan dari Ibu-Ibu pengurus/anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Batang. (fel)

Facebook Comments