Metro Pekalongan

Asyiknya Bernostalgia Permainan Tradisional

Permainan Tradisional

SERU – Para peserta lomba olahraga tradisional saat memainkan kembali permainan masa kecilnya. Lomba gobak sodor dan patok lele menjadi bagian dari beberapa lomba yang digelar Dinparbudpora dalam rangka memperingati HUT ke 73 RI, Sabtu (11/8).
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – Dinparbudpora Kota Pekalongan menggelar berbagai lomba olahraga dalam rangka memperingati HUT ke 73 RI, Sabtu (11/8). Salah satu yang menarik yaitu lomba dua olahraga tradisional, gobak sodor dan patok lele. Kedua permainan itu digelar serentak di Lapangan Mataram. Patok lele menempati bagian selatan lapangan, sedangkan gobak sodor dimainkan di bagian utara lapangan. Pesertanya pun beragam. Baik anak-anak, orang dewasa, laki-laki maupun perempuan.

Suprayogi, salah satu peserta lomba patok lele dari regu Setda Kota Pekalongan mengatakan bahwa memainkan kembali patok lele membawanya kembali ke momen 20 tahun silam. Saat itu dikatakan Yogi, hampir semua anak-anak memainkan permainan tradisional salah satunya patok lele.

“Tentu saja kami senang sekali. Memori sekira 20 tahun yang lalu kembali terulang dimana saat itu permainan benthik atau patok lele masih banyak sekali dimainkan hampir oleh semua anak. Tapi begitu kita dewasa dan coba memainkannya lagi sekarang, ternyata permainan itu lumayan sulit juga,” tuturnya.

Ia juga melihat dalam perlombaan banyak peserta berasal dari usia anak, namun justru tidak paham bagaimana peraturan memainkan patok lele. “Tadi juga banyak tim yang isinya masih usia anak-anak dan rata-rata memang mereka tidak tahu cara main maupun bagaimana aturan mainnya,” tambah pria yang sehari-hari bertugas di Bagian Humas dan Protokol tersebut.

Untuk itu ia berharap kedepan permainan tradisional bisa kembali disosialisasikan sehingga anak-anak bisa kembali mengenal beragam jenis permainan tradisional. “Jenisnya kan beragam ada benthik, gobak sodor, enggrang, dan permainan lainnya. Permainan-permainan tradisional ini setidaknya dapat menangkal betapa gencarnya gadget yang kini menjadi favorit anak-anak,” harap Yogi.

Lomba patok lele diikuti oleh 10 kelompok baik anak-anak maupun dewasa. Bermain sebagai tim, per kelompok terdiri dari empat anggota. Untuk sistem permainan, diterapkan persis seperti permainan tersebut dimainkan.

“Kalau sistemnya kami terapkan seperti aturan yang sudah biasa dimainkan. Ada yang main ada yang jaga. Ada tiga tahap, cungkil, pukulan dan patok. Masing-masing tahap juga ada nilai dan itu yang digunakan untuk menentukan pemenang,” terang Ketua Panitia Lomba Olahraga Rradisional, Zaenal Muhibbin.

Ia melanjutkan, digelarnya lomba tersebut sebagai upaya untuk kembali membangkitkan permainan tradisional. Karena permainan-permainan tradisional mengandung unsur positif seperti mengasah ketrampilan, ketekunan, ketelatenan, kerja sama dan menanamkan motivasi untuk berprestasi dan meraih kemenangan.

“Bentik atau disini patok lele, sudah ada di seluruh Indonesia begitu juga gobak sodor. Bahkan di tingkat nasional permainan ini pun sudah ada. Kami sengaja mengajak masyarakat secara umum baik anak, tua, muda, laki-laki maupun perempuan untuk mengikuti kegiatan ini agar kedepan permainan tradisional bisa hidup kembali,” katanya.

Sementara untuk lomba olahraga gobak sodor, diikuti oleh 10 kelompok dari sekolah maupun kelurahan. Rata-rata mereka mendaftar dengan hadir langsung ke lokasi saat perlombaan dimulai. “Kebanyakan datang dan mendaftar hari ini langsung di lokasi,” terang panitia pelaksana lomba gobak sodor, Sudiono.

Mengenai sistem pertandingan, ia mengatakan bahwa aturan mengacu pada sistem yang sudah umum berlaku di masyarakat. “Yang sudah sering dimainkan, sistemnya seperti apa itu yang kami terapkan. Tapi untuk pemenangnya diambil dari tim yang meraih dua kali kemenangan,” tambah Sudiono.

Sebelum dua lomba tersebut, juga digelar lomba senam bagi lansia yakni senam poco-poco dan senam diabet. Kemudian juga dilaksanakan lomba senam aerobik yang dibuka langsung oleh Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz. Selain itu Dinparbudpora juga memberi ruang bagi para disabilitas untuk turut serta dengan menggelar lomba bulutangkis dan tenis meja khusus disabilitas di GOR Jetayu. Pada Rabu (15/8) mendatang, Dinparbudpora juga akan menggelar lomba gerak jalan cepat kelompok bagi siswa SMP-SMA dan masyarakat umum. (nul)

Facebook Comments