Radar Batang

Anggaran Minim, Pemkab Siapkan DTT untuk Penanganan Bencana

Anggaran Minim, Pemkab Siapkan DTT untuk Penanganan Bencana

SAMBUTAN – Wakil Bupati Batang Suyono memberikan arahan pada para relawan daerah saat pelatihan di Pagilaran, baru-baru ini.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Anggaran yang disiapkan pemerintah daerah untuk penanggulangan bencana ternyata minim, seperti BPBD Batang yang tahun ini hanya menerima total Rp 1 miliar. Dana itu disebut hanya cukup untuk melakukan kegiatan rutin saja, tanpa bisa memenuhi kebutuhan musibah maupun bencana.

Kondisi tersebut juga diakui Wakil Bupati Batang, Suyono, saat menghadiri latihan gabungan Penyelamatan Evakuasi dan Penanganan Pengungsi (PEPP) yang bertempat di Aula Agrowisata PT Pagilaran Rabu (8/8) lalu.

“Pemkab Batang telah menyiapkan anggaran penanggulangan bencana sebesar Rp 1 miliar. Apabila dana tersebut dipandang masih kurang, maka kami juga menyiapkan dana tak terduga (DTT) untuk penanganan bencana,” katanya di Batang, Kamis (9/8).

Selain anggaran, Pemkab Batang juga mengakui masih kekurangan alat pendeteksi dini bencana dan peralatan serta perlengkapan unit penanganan bencana seperti gempa, kebakaran, banjir, dan tanah longsor. “Oleh karena itu, ke depan kami akan memprioritaskan penyediaan alat pendeteksi dini bencana, karena wilayah Batang juga memiliki potensi bencana,” tambahnya.

Menurut Wabup, memasuki musim kemarau, wilayah Batang termasuk rawan bencana. Sehingga masyarakat harus ikut peduli dalam penanganan bencana di lingkungan masing-masing.

“Meski saat ini kondisi wilayah di Batang masih aman, tetapi kami berharap masyarakat harus bisa menjadikan dirinya sebagai relawan dan masyarakat tangguh bencana,” tambahnya.

Ia menyebutkan pemkab melalui BPBD terus melakukan pelatihan evakuasi dan penanganan pengungsi pada relawan, baik di tingkat kecamatan maupun desa.

Pelatihan relawan tersebut, terangnya, bertujuan untuk penguatan penanggulangan bencana agar setiap individu dan warga mampu menyelamatkan dirinya apabila terjadi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja relawan Kabupaten Batang. Ia mengharapkan relawan dapat terus memiliki integritas, karena definisi relawan adalah bekerja secara ikhlas untuk membantu sesama.

“Pelaksanaan latihan gabungan ini melibatkan 100 orang dari perwakilan Kodim 0736/Batang, Polres Batang, dan Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Batang,” jelasnya .

Tak ketinggalan, Sarwa pun juga mengapresiasi BPBD Kabupaten Batang yang telah melibatkan kaum disabilitas untuk ikut dalam pelatihan PEPP. Dia meminta agar keikutsertaan disabilitas ini harus terus diterima, karena mereka tidak mau dijadikan objek saja. “Mereka punya kemampuan dan kapasitas dan keinginan untuk bisa membantu dan bermanfaat bagi orang lain,” jelasnya.
(fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Facebook Comments