Metro Pekalongan

Dari 371 Pendaftar Bacaleg, 11 Dinyatakan Gugur

Dari 371 Pendaftar Bacaleg, 11 Dinyatakan Gugur

SERAHKAN – Ketua KPU Kota Pekalongan saat menyerahkan berita acara daftar bacaleg kepada parpol usai melalui pengecekan dan pengesahan oleh masing-masing parpol, Kamis (9/8).
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – KPU Kota Pekalongan menyerahkan hasil verifikasi perbaikan daftar bacaleg kepada parpol, Kamis (9/8). Hasil verifikasi perbaikan, dari 371 bacaleg yang mendaftar terdapat 11 bacaleg dinyatakan tidak memenuhi syarat atau TMS. Delapan bacaleg dinyatakan TMS karena tidak memenuhi syarat pencalonan. Sedangkan tiga lainnya, berasal dari satu dapil dan dinyatakan gugur karena tidak memenuhi keterwakilan perempuan.

Hasil tersebut disampaikan Ketua KPU, Basir, saat memberikan penjelasan sebelum menyerahkan hasil verifikasi perbaikan daftar bacaleg kepada parpol. “Ada 11 bacaleg yang dinyatakan TMS. Delapan bacaleg neraka dari enam parpol dinyatakan TMS dikarenakan kekurangan syarat tidak dipenuhi seperti ijazah, SKCK maupun syarat lainnya. Tiga bacaleg lain, berasal dari PSI yang ada di satu dapil yakni Dapil 1 Pekalongan Barat. Dinyatakan TMS karena satu bacaleg perempuan TMS dan tidak dilakukan pergantian jadi otomatis di Dapil 1 PSI tidak memenuhi keterwakilan perempuan sehingga seluruh bacalegnya dinyatakan gugur,” jelas Basir.

Usai pengumuman, seluruh parpol diminta untuk melakukan kroscek terhadap draf bacaleg masing-masing. Basir meminta agar parpol mencermati kesesuaian nama, foto hingga jenis kelamin agar tidak terdapat kesalahan karena daftar nama tersebut akan diumumkan ke masyarakat. Setelah daftar dan data sesuai, maka parpol melakukan pengesahan dengan stempel untuk selanjutnya diserahkan ke KPU. KPU akan kembali menyerahkan ke parpol dalam bentuk berita acara.

Usai pengumuman hasil verifikasi perbaikan, lanjut Basir, KPU akan mulai menyusun Daftar Calon Sementara (DCS) untuk kemudian diumumkan kepada masyarakat melalui media massa dan tempat-tempat strategis mulai 12 Agustus. Masyarakat dapat memberikan masukan terkait nama-nama bacaleg dalam DCS kepada KPU mulai 12 Agustus hingga 21 Agustus.

Jika ada masukan masyarakat terkait salah satu bacaleg, maka KPU akan melakukan klarifikasi terhadap bacaleg yang dimaksud. “Jika ada masukan, kami akan klarifikasi kembali ke partai apakah benar masukan yang disampaikan itu. Jika ada permasalahan atau tidak memenuhi syarat maka parpol bisa mengganti,” kata Basir.

Mengenai DCS yang sudah ditetapkan, Basir mengatakan bahwa bacaleg diminta tidak mengundurkan diri. Namun jika kondisinya darurat, maka akan dilihat terlebih dahulu. Jika mempengaruhi keterwakilan perempuan maka parpol bisa melakukan pergantian. “Kalau yang mundur calon laki-laki maka tidak diganti. Kalau perempuan, berpengaruh dalam keterwakilan bisa diganti kalau tidak berpengaruh tidak diganti. Pergantian juga bisa dilakukan jika ada bacaleg yang meninggal dunia,” tandasnya.(nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments