Radar Batang

Ujicoba Selesai, Pelabuhan Niaga Siap Dioperasionalkan

Ujicoba Selesai, Pelabuhan Niaga Siap Dioperasionalkan

TINJAU LOKASI – Bupati Wihaji dan jajaran serta pejabat Pemprov Jateng meninjau Pelabuhan Niaga Batang yang tidak lama akan dioperasionalkan.

BATANG – Pelabuhan Niaga Batang segera siap beroperasi setelah proses finishing pekerjaan selesai. Kawasan yang berlokasi di Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang itu nantinya berstatus sebagai pelabuhan pengumpan regional dengan kewenangan pengelolaan ada di Pemprov Jawa Tengah.

Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Untung Surinanto, mengatakan, pembangunan Pelabuhan Niaga Batang sudah selesai dan tinggal tahap finising. Sesuai Rencana Induk Pelabuhan (RIP), maka secara khierarki keberadaannya berstatus sebagai pelabuhan pengumpan regional. Sementara sesuai regulasi, RIP sendiri menjadi kewenangan Gubernur untuk mengeluarkannya.

” RIP ini sebagai soko guru, karena akan diikuti oleh izin operasional pembangunan, operasional dermaga dan izin penetapan batas-batas daerah lingkungan kerja (DLKr) dan daerah lingkungan kepentingan (DLKp),” kata Untung, saat mengunjungi kawasan Pelabuhan Niaga Batang, Kamis (9/8).

Dia optimis, operasionalisasi pelabuhan nantinya akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Terlebih, Pelabuhan Niaga Batang juga menjadi salah satu pelabuhan pengumpan regional di pantura, sehingga mobilitas kargo komoditas akan luar biasa, seperti pasir, batubara, atau bahkan nantinya garmen dan makanan.

” Posisinya strategis, karena jarak pelabuhan emas Semarang dan pelabuhan pengumpul Tegal berjarak 100 km. Maka pelabuhan niaga Batang ini sudah ditunggu perannya, in out komoditas akan diuntungkan, aktivitas pelabuhan juga nantinya bisa serap tenaga kerja. Batang bisa jadi pusat kota seperti Singapura,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji, juga ikut memberikan catatan dalam penyusunan RIP menyusul bakal segera dioperasionalkannya Pelabuhan Niaga Batang. Bupati meminta pihak konsultan maupun UPP (Unit Penyelenggara Pelabuhan) untuk mempresentasikan dulu dokumen RIP sebelum turunnya izin operasional.

“Kami perlu tahu dan memastikan, sehinga RIP ini bisa mengcover aspirasi masyarakat sekitar. Apa manfaatnya bagi pemerintah daerah serta dampak ekonominya bagi warga,” ucapnya.

Dijelaskan Bupati, Pelabuhan Niaga Batang akan segera dioperasionalkan, karena dalam proses uji coba tidak ditemukan masalah berarti. ” Kita pingin jelas saja, Pemkab mendapatkan apa, dan kewajiban apa yang harus di lakukan Pemkab, sehingga tahu kewenangan Pemkab,” tukasnya.

Kecuali itu, untuk mendukung operasionalisasi pelabuhan, Pemkab juga telah menyiapkan infrastruktur penopangnya, yakni akses jalan pelabuhan sepanjang 2,7 km dengan lebar 11 meter. Hanya saja, kondisi prasarana jalan itu disebut Bupati masih butuh penyempurnaan.

Selama ini, proses uji coba Pelabuhan Niaga Batang juga memanfaatkan akses jalan pelabuhan ikan. Karena itu, Bupati akan mengkoordinasikan lebih lanjut dengan Pemprov untuk penyempurnaan lebih lanjut.

” Saya harap pembangunan jalannya dibantu oleh Pemprov, karena membutuhkan dana yang cukup besar yaitu Rp 38 miliar,” ujar Wihaji.

Selain itu, karena akses jalannya terhubung dengan Pantai Sicepit, Bupati juga menyampaikan kemungkinan pengembangannya ke depan untuk pariwisata. ” Karena jalanya cukup luas dan wilayah bagus juga untuk dijadikan kawasan industri dan terlebih sebagian tanahnya milik Pemkab. Oleh karena itu, Pemkab akan lebih serius lagi menata akses jalan pelabuhan untuk kemanfaatan masyarakat yang berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.(fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments