Radar Batang

Dengan Modus Ini Pabrik Zam Zam Palsu Kelabuhi Warga dan Polisi

Dengan Modus Ini Pabrik Zam Zam Palsu Kelabuhi Warga dan Polisi

TUNJUKKAN – Sundoyo Ketua Rt 03 Rw 01 Desa Blado menunjukkan sample platik bungkus kemasan air zam zam palsu.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Terbongkarnya pabrik pembuatan zam zam palsu di Jalan Blasi Pagilaran Nomor 6 Rt 03 Rw 01 Desa Blado, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang oleh Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jateng membuat kaget warga desa sekitar.

Masyarakat desa setempat mengaku tak tahu adanya pabrik pembuatan zam zam palsu di lingkungannya. Padahal, lokasi pabrik pembuatan zam zam palsu itu berada di tengah tengah pemukiman padat penduduk dan warga hanya mengetahui tempat tersebut untuk memproduksi air kemasan biasa.

Lokasi pabrik merupakan sebuah rumah kontrakan biasa yang dipagari dengan menggunakan seng di sekeliling bangunan. Saat dikunjungi pada Kamis (9/8) siang kemarin, isi dalam pabrik sudah kosong. Hanya tersisa beberapa kardus, alat produksi dan juga plastik kemasan. Semua barang bukti sudah dibawa oleh aparat kepolisian dari Polda Jawa Tengah.

Sundoyo selaku Ketua Rt 03 Rw 01 menyebutkan, dirinya pun merasa kaget saat atasannya atau bos (tersangka-red) yang mempekerjakannya itu digelandang aparat kepolisian. Karena sejak ikut bekerja dengan tersangka untuk menjadi keamanan, dirinya tidak menaruh rasa curiga sama sekali.

“Saya bersama empat orang warga sekitar yang ikut bekerja disini tidak tahu kalau itu adalah zam zam palsu. Karena memang kami sebelumnya tidak pernah melihat produk zam zam asli itu seperti apa dan tersangka pun mengatakan bahwa usahanya ini hanya produksi air kemasan biasa saja,” ungkapnya.

Terlebih, kata Sundoyo, usaha yang digeluti tersangka juga sudah mangantongi izin HO, sehingga dianggap sudah sesuai dengan prosedur yang ada. “Kami tidak menaruh curiga sama sekali, karena dalam kemasan air itu tidak tercantum tulisan zam zam atau sejenisnya. Di luar kemasan hanya tercantum label plastik bertuliskan Bahasa Arab dengan beberapa gambar,” terangnya.

Disebutkan Sundoyo, pabrik yang dijalankan oleh tersangka itu bernama CV Moya Janna, dengan merek produk yang digunakan yaitu Al Lattul Water. Sedang untuk bahan baku air yang dikemas tersebut, kata Sundoyo, berasal dari air isi ulang yang dibeli dari daerah sekitar saja.

“Bahan bahan air yang dikemas itu kita ambil dari penjual air isi ulang di sekitar Blado. Kita beli dan bawa ke pabrik, selanjutnya kita kemas kedalam drigen dan dimasukan plastik lalu di lebel. Jadi air yang dikemas ini bukan air yang khusus atau istimewa, ini hanya air isi ulang saja,” bebernya.

Ditambahkan Sundoyo, kemasan air yang dijual tersangka beragam bentuk dan ukuran. Ada yang berbentuk galon, jerigen, dan botol. “Kita hanya bertugas mengemas saja. Sehingga kita tidak tahu selebihnya, air itu akan dipasarkan kemana dan harga produk diluaran sana menjadi berapa,” katanya.

Perlu diketahui, peredaran zam zam palsu itu ada di wilayah Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Kota Bandung. Dengan target pemasaran toko oleh-oleh dan perlengkapan haji. Para pemilik toko itu merupakan korban dan produk yang sudah beredar akan ditarik.

Kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan Polda Jawa Tengah. Dua tersangka yang berhasil diamankan, yaitu Efendi dan Yusron, kini mereka sedang menjalani pemeriksaan intensif.

Dua pelaku tersebut sudah menjalankan aksinya sejak bulan Oktober 2017 lalu. Mereka sudah melakukan pengiriman sebanyak 30 kali. Masing-masing pengiriman terdiri dari 200 kardus, di mana satu kardus berisi zam zam palsu dijual dengan harga Rp 300 ribu. Omzet penjualan sendiri dari bulan Oktober 2017 sampai dengan Juli 2018 sudah mencapai Rp 1,8 miliar.

Sementara dari penjelasan Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, para tersangka yang berhasil diamankan itu adalah para pemain lama. Hanya saja, para pelaku memang baru memulai aktivitas produksinya kembali.

Selain itu, kata Kapolres, para tersangka juga memainkan modus baru dalam melancarkan aksinya. Mereka, menggunakan modus dengan tidak memproduksi zam zam palsu setiap hari. Para tersangka hanya memproduksi zam zam palsu ketika menerima pesanan saja dari pelanggan.

“Jadi memang kita akui, bahwa kasus ini tidak terdeteksi oleh jajaran kami, karena baru dilancarkan dan modus yang digunakan juga tergolong baru. Berbeda dengan kasus serupa pada tahun 2016 silam, mereka memproduksi tanpa menunggu pesanan terlebih dulu. Dan waktu itu ada pabrik sekaligus gudangnya. Kalau kasus yang baru ini, hanya ada gudangnya saja untuk menyimpan barang jika nanti ada pesanan baru mereka kirim,” katanya.

Ia juga menegaskan, bahwa zam zam palsu yang diproduksi oleh para tersangka itu hanya air isi ulang biasa. Dengan membelinya di tempat pengisian air isi ulang di daerah Pagilaran. Hal itu sudah diakui para tersangka dan dilakukan pengecekan secara langsung ke tempat pembeliannya.

“Kami akan dalami lagi kasus ini, untuk memastikan tidak adanya sindikat lain yang memproduksi zam zam palsu di wilayah hukum Polres Batang. Saya sudah perintahkan tim untuk terjun ke lapangan, agar jangan sampai ada peristiwa tersebut terjadi lagi di wilayah hukum Polres Batang. Karena peristiwa ini sudah terjadi kedua kalinya, yang jelas kami tidak mau lagi ada kegiatan yang berikutnya,” tandasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments