Radar Kajen

Waduh, Penyuluh KB Tinggal 38 Personel Saja

Penyuluh KB

RESMIKAN ACARA – Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti, bersama Ketua DPRD Hj Hindun, dan Kepala PMD P3A PPKB M Afib, meresmikan kegiatan Hari Keluarga Nasiona ke-25 (Harganas) Tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2018, di Desa Krandon Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Kamis (9/8).
MUHAMMAD HADIYAN

Usianya Rata-rata 50 Tahun

Program KB di Kabupaten Pekalongan jumlahnya dinilai masih kurang begitu menggembirakan. Sebab, pada tahun 2018 kebijakan KB khususnya untuk personelnya ditarik ke pemerintah pusat dan menjadi pegawai BKKBN. Sampai sekarang, jumlah Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Kota Santri, tinggal 38 personel dengan usia rata-rata di atas 50 tahun.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD P3A PPKB) Kabupaten Pekalongan M Afib, dalam kegiatan peringatan Hari Keluarga Nasiona ke-25 (Harganas) Tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2018, di Desa Krandon Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Kamis (9/8).

“Sampai dengan hari ini, KB di Kabupaten Pekalongan seiring telah adanya reformasi diserahkan ke otonomi daerah, kondisi KB kurang begitu menggembirakan jumlahnya. Dimana pada tahun 2018 ini kebijakan KB khususnya untuk personilnya ditarik ke Pemerintah Pusat dan menjadi pegawai BKKBN.

“Dan alhamdulillah rekan-rekan PLKB yang jumlahnya tinggal 38 personil dan rata-rata sudah di atas 50 tahun usianya, kondisinya luar biasa. Namun demikian kepada rekan-rekan PLKB, momentum Harganas ini adalah untuk semangat meningkatkan kinerja kita seiring dengan tanggungjawab kita yakni sebagai pengendali penduduk di Kabupaten Pekalongan,” tutur Afib.

Menurut Afib, capaian bahkti-bhakti masyarakat di bidang KB baik itu pada peringatan Hari Bhayangkara, Hari Kesatuan Gerak Penggerak PKK, bhakti TNI, termasuk bhakti Muslimat NU dan bhakti Aisyiyah serta bhakti-bhakti yang lain, di semester I tahun 2018 ini telah diberikan pelayanan kepada masyarakat. Antara lain akseptor KB yang diperoleh adalah 536 akseptor, implan 858 akseptor, suntik 8.159 akseptor, pil 19.686 akseptor, Metode Operatif Wanita (MOW) 68 akseptor, dan Metode Operatif Pri (MOP) sebanyak 44 ekseptor.

“Belum ada sejarah di Kabupaten Pekalongan mendapatkan akseptor sebanyak itu, khususnya untuk akseptor MOP tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada. Namun tahun 2018 ini melalui program-programnya Bapak Bupati KH Asip Kholbihi, dan Ibu Wakil Bupati Ir Hj Arini Harimurti, kami memberikan semacam insentif bagi bapak-bapak yang mau ber-KB sebesar Rp 1 juta rupiah. Dan alhamdulillah tahun ini bisa mencapai 44 akseptor,” tandasnya.

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti berkesempatan meresmikan acara Harganas ke-25 Tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2018, di Desa Krandon Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Kamis kemarin. Menurut Arini, Kampung KB itu sebenarnya adalah daerah cekungan yang mana capaian KB itu sendiri masih rendah, kondisi kesejahteraan masyarakatnya masih rendah, sehingga harus “dikroyok” oleh OPD-OPD yang ada. Ditegaskan, semua pihak harus terlibat bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitar Kampung KB itu.

“Kampung KB bukan sebuah prestasi, maka harus kita “kroyok” bersama, sehingga daerah tersebut menjadi sejajar dengan daerah lain,” tegasnya.

“Pagi hari ini kita memperingati Hari Keluarga Nasional. Diharapkan sesuai temanya yakni “Hari Keluarga Hari Kita semua” bahwa kita untuk mengawali agar secara nasional kita bisa sejahtera itu dimulai dari yang terkecil yaitu keluarga, kalau keluarga itu baik maka otomatis nasional itu akan baik. Jika ketahanan keluarga bisa diwujudkan di tingkat keluarga itu sendiri, maka ketahanan nasional juga ikut bisa diwujudkan,” lanjut Wabup Arini.

Untuk itu, dikatakan Arini, tepat sekali bahwa untuk memulai pembangunan itu harus diawali dari keluarga. Sehingga, ia berharap, banyak keluarga yang melahirkan dengan terencana, dua anak cukup. “Kemudian dijamin kesehatannya, dijamin sekolahnya, sehingga nanti menjadi keluarga lagi yang lebih baik daripada keluarga sebelumnya,” imbuhnya.

Kegiatan Harganas tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun, Wakapolres Pekalongan AKP Joko Watoro beserta unsur Muspida lainnya, Sekda Kabupaten Pekalongan Hj Mukaromah Syakoer, beserta para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan, Camat se Kabupaten Pekalongan dan para pimpinan BUMN/BUMD, instansi Vertikal lainnya.

Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Agus Pujiyanto, dalam sambutan menyampaikan dengan dibentuknya Desa Krandon Kecamatan Kesesi sebagai Desa Kampung KB tentunya berimplikasi kepada kegiatan-kegiatan yang sebelumnya dirasa belum dapat dilaksanakan, di Desa Kampung KB ini bisa berkembang menjadi semakin maju.

Dikatakan, kriteria pembentukan Kampung KB bervariasi antar daerah. Menurutnya, ada yang memang daerah itu terpencil, ada yang memang daerah itu adalah daerah miskin, ataupun daerah-daerah yang capaian program KBnya masih rendah daripada daerah lain.

“Sehingga diharapkan dengan dibentuknya Kampung KB di Desa Krandon Kecamatan Kesesi ini menambah semangat kepada para penduduknya untuk bisa bersama-sama memajukan daerahnya sehingga bisa sejajar dengan daerah lain yang telah maju terlebih dahulu. Dan dengan dibentuknya Kampung KB diharapkan tidak ada lagi masyarakat di Desa Krandon ini yang tidak ber-KB lagi khususnya kepada para usia subur,” terang Agus.

Lebih lanjut perwakilan BKKB Provinsi Jawa Tengah tersebut menuturkan, Kampung KB ini tidak hanya untuk keluarga berencana saja, akan tetapi semua sektor bisa dilibatkan. Misalkan dari Dinas Kesehatan menjamin jangan sampai Desa yang sudah dibentuk Kampung KB itu masih ada yang belum tercakup imunisasi, Dinas Pendidikan juga jangan lagi anak yang tidak bersekolah, Dinas Pertanian juga demikian kalau ada program produk tanaman unggulan bisa dikucurkan di Desa Kampung KB itu. “Termasuk juga dari infrastruktur maupun pembangunan yang lain baik secara kelembagaan/dinas maupun organisasi masyarakat bisa mengambil peran didalam Kampun KB tersebut,” ujarnya. (yan)

Facebook Comments