Radar Kendal

Raih Sekolah Adiwiyata Provinsi, Sekolah Ini Targetkan Go Internasional

SMAN 2 Kendal

BANGGA – Dengan penuh bangga, Kepala SMAN 2 Kendal Yuniasih didampingi Sekertaris Tim Adiwiyata, Kus Bravytasari menunjukkan piagam penghargaan SMAN 2 Kendal yang dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi.
NUR KHOLID MS

KENDAL – SMAN 2 Kendal sukses meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2018 dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Tengah, yang diumumkan baru-baru ini. Capaian itu membuat jajaran SMAN 2 kian bersemangat untuk lolos dan terpilih sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional tahun depan.

Bahkan, sekolah juga menargetkan bisa melangkah lebih jauh dalam ajang untuk menumbukan budaya lingkungan di sekolah tersebut dengan menembus sekolah adiwiyata go internasional yang dinaungi langsung UNESCO. Untuk mewujudkannya, berbagai persiapan pun dilakukan, seperti menanamkan pembiasaan-pembiasaan setiap hari peduli lingkungan sehingga itu bisa manjadi suatu budaya.

Hal itu dibenarkan Kepala SMAN 2 Kendal, Yuniasih, didampingi Sekertaris Tim Adiwiyata, Kus Bravytasari, kepada Radar, Kamis (9/8). Kata dia, menanamkan kepada siswa untuk tidak membuang sampah sembarangan dan peduli terhadap tanaman dan setiap pokja yang dibentuk mampu merawat tanaman dengan baik.

“Kalau kebiasaan tidak diperintah lagi, mereka sudah tahu sendiri. Persiapannya mempertahankan pokja-pokja itu untuk bekerja sesuai dengan program masing-masing. Sehingga kami optimis bisa raih Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Target kita tidak hanya ke nasional saja, tapi juga lolos Sekolah Adiwiyata Mandiri bahkan nanti sampai UNESCO go Internasional,” jelasnya.

Dikatakan Yuniasih, sekolah adiwiyata adalah program sekolah yang peduli terhadap lingkungan. Ada pencegahan pencemaran dan mengatasi lingkungan, pengolahan limbah dan lainya. Adapun SMAN 2 Kendal sendiri sudah berkomitmen bersama, baik komite dan seluruh warga sekolah, guru, dan karyawan serta siswa hingga pengelola kantin untuk menjadi Sekolah Adiwiyata.

Predikat sekolah adiwiyata menurut Yuniarsih tidaklah diperoleh dengan mudah, banyak langkah yang harus ditempuh. Pertama, melakukan sosialisasi. “Langkah awal melakukan sosialisasi ke seluruh warga dilanjutkan dengan pengambilan komitmen dan pembentukan tim adiwiyata dan pokja-pokja. setelah itu merancang program yang sesuai dengan pokja masing-masing. Ada pokja penghijauan, pokja perikanan, pokja tata tanaman, pokja penanaman pohon dan lainya. Baru kita aksi dilapangan,” terang dia.
.
Soal kebutuhan biaya, program di masing-masing pokja sengaja disisipkan ke kegiatan lainnya. Misal untuk penanaman pohon dan bibit diintegarsikan dimata pelajaran biologi. Atau pada saat kegiatan OSIS mengelar jalan sehat dan ulang tahun sekolah melakukan penanaman pohon mangrove kampung nelayan di Kelurahan Bandengan. ” Bahkan pada saat studi tematik kelas 11 ke Bali, juga kami titipkan menanam pohon di Tanjung Benua melalui kegiatan siswa,”

Yuniasih menilai sekolah adiwiyata bukan lomba, karena menuntut keberlanjutan budaya lingkungan yang konsisten. Maka pembiasaan siswa harus dilakukan baik di sekolah maupun di rumah oleh orang tua.

“Setiap kali ada parenting, kami sampaikan bahwa SMAN 2 sudah berlabel sekolah adiwiyata. Untuk itu, anak-anak kita tanamkan pembiasaan misalnya radius satu meter dari tempat berdiri harus bebas sampah. Kalau mendapati sampah wajib hukumnya untuk memungut, memilah, dan membuang pada tempatnya,” tukasnya.

Lanjut Yuniarsih, tahapan menjadi Sekolah Adiwiyata Provinsi dipersiapkan dalam satu tahun sebelumnya. Setelah sukses menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten, SMAN 2 diusulkan ikut seleksi tingkat provinsi. “Alhamdulillah, SMAN 2 terpilih sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi, padahal kandidatnya cukup banyak,” tukasnya.

Karena keberhasilan itu, nantinya setelah tahun kedua dan ketiga, tim SMAN 2 akan dilibatkan dalam seleksi sekolah adiwiyata berikutnya. Apa yang diraih SMAN 2 sendiri sebelumnya dilakukan Yuniarsih saat mengantarkan SMAN Weleri menyabet predikat Sekolah Adiwiyata Nasional serta SMAN 2 Sukorejo sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi. (nur)

Facebook Comments