Radar Batang

Ingat Ini, Orang Tua Wajib Dampingi Anak Belajar

Bambang Suryantoro S SH M Si

Bambang Suryantoro S SH M Si

REBAN – Kecamatan Reban bakal menjadi pilot project dalam program gerakan matikan tv dan smartphone. Gerakan ini sebagai perwujudan dari Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang pendidikan, dimana adanya pencanangan gerakan jam belajar wajib, salah satunya dengan mematikan tv dan smartphone. Rencananya, gerakan itu akan dicanangkan 29 Agustus mendatang.

“Gerakan matikan TV dan Smartphone ini menjadi wujud dari gerakan jam belajar wajib, 18.00-20.00 WIB. Di mana seperti yang diharapkan Pak Bupati, pada jam tersebut orang tua harusnya mematikan tV dan smarphone, serta harus menemani anaknya belajar,” terang Sekretaris Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro S SH M Si saat diwawancarai, Kamis (9/8).

Diterangkan, gerakan jam belajar wajib itu diharapkan dapat mengontrol dan membatasi anak dalam menggunakan gadget. Waktu anak-anak karenanya dapat dimanfaatkan untuk membudayakan literasi, baik itu dengan belajar, membaca buku fiksi, ataupun mengaji.

“Sebenarnya perdanya sudah lama, namun dalam gerakan kali ini memang ada penkanan untuk mengurangi dampak negatif TV dan gadget pada anak. Karena seperti kita ketahui bersama, kedua media ini juga punya beberapa efek yang dapat mempengaruhi karakter dan habit mereka. Namun kami berharap gerakan ini juga dapat diikuti orang tua, jadi jangan hanya anak saja yang stop nonton tv dan main gadget kemudian belajar, tapi diharap orang tua menemani anaknya di jam-jam tersebut,” imbuh Bambang.

Dijelaskan, Kecamatan Reban sendiri dipilih menjadi pilot project gerakan ini lantaran beberapa alasan. Seperti jumlah penduduk usia sekolah, yakni 7-13 tahun yang cukup besar. Selain itu, kondisi demografi dan corak kehidupan masyarakat Reban yang mayoritas pedesaan dan pertanian sangat mendukung gerakan ini.

“Kami juga melihat kesadaran masyarakat terhadap pendidikan di Reban cukup baik. Dan rata-rata nilai UAS SD-SMP sendiri kecamatan Reban menempati peringkat tengah-tengah. Sehingga kami rasa dengan pertimbangan tersebut Reban layak menjadi pilot project. Rencananya tanggal 29 Agustus nanti akan kami canangkan, dan akan kami sosialisasikan juga ke masyarakat tanggal 30 Agustus,” tandas Bambang. (nov)

Facebook Comments