Radar Kajen

Batik Pekalongan Bersanding dengan Jutaan Benda Bersejarah se Dunia

Usai menjadi narasumber dalam Forum Bisnis di Festival Indonesia – Moscow, 2 – 5 Agustus 2018, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memanfaatkan momentum untuk berkunjung ke Kota Saint Petersburg. Kunjungan yang difasilitasi oleh pihak Kedutaan Besar RI tersebut dilakukan pada tanggal 6 Agustus lalu, selepas acara pameran produk-produk unggulan Indonesia di Taman Krasnaya Presnya di Kota Moscow.

Batik Pekalongan Bersanding dengan Jutaan Benda Bersejarah se Dunia

BINCANG – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berbincang dengan Direktur Peter the Great Museum of Antthropology and Ethnography (Kunstkamera) of Russian Academy of Science, Mr Andrei V Golovnev, di Saint Petersburg Rusia.
MUHAMMAD HADIYAN

Butuh waktu 4 jam dengan menggunakan moda kereta api dari Moscow. Tujuan perjalanan tidak lain menuju Peter the Great Museum of Antthropology and Ethnography (Kunstkamera) of Russian Academy of Science, sebuah museum tertua di Rusia yang menyimpan jutaan benda-benda bersejarah dari seluruh dunia.

Bupati Pekalongan diterima langsung oleh Direktur Museum, Mr Andrei V Golovnev di Museum yang terletak di pusat Kota Saint Petersburg. Museum ini telah beroperasi sejak tahun 1727.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Asip Kholbihi, mendonasikan Batik Pekalongan ke museum untuk menjadi salah satu koleksi dan dapat dilihat oleh para pengunjung museum tersebut setelahnya.

Bupati mengatakan, kunjungan tersebut adalah bentuk dari diplomasi dan misi Kebudayaan yang bertujuan memperkenalkan Batik Pekalongan kepada Dunia khususnya masyarakat Rusia. “Kita berharap bahwa dengan Batik Warna Alam yang ada di museum terkemuka di Rusia tersebut. Sehingga, masyarakat Rusia dapat lebih mengenal Batik sebagai salah satu produk budaya asli Indonesia dan secara khusus akan mengangkat nama Kabupaten Pekalongan sebagai penghasil dan pemasok 70 persen pasar batik nasional,” tandasnya.

Mr Andrei mengapresiasi donasi Batik Pekalongan untuk menjadi koleksi Museum Kunstkamera, dan berharap akan ada kegiatan lain seperti penyelenggaraan pameran koleksi Museum Kunstkamera di Indonesia ataupun eksibisi batik-batik Indonesia, khususnya Pekalongan dan benda-benda seni lainnya di Saint Petersburg melalui kerjasama yang saling menguntungkan.

Selain Peter the Great Museum of Antthropology and Ethnography (Kunstkamera) of Russian Academy of Science, di Saint Petersburg, sebelumnya, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi juga mendapat kehormatan menyerahkan batik Pekalongan menjadi salah satu koleksi di The State Museum of Oriental Art, di Moscow. Museum ini adalah satu-satunya museum di rusia yang mengoleksi, melestarikan, meneliti, dan mempromosikan benda-benda seni yang berasal dari negara-negara di Asia.

Penyerahan Batik langsung diterima oleh Profesor A Sedov, General Director the State Museum of Oriental Arts, Moscow.

Penyerahan batik Pekalongan sebagai bentuk diplomasi budaya dan ekonomi dalam lingkup internasional juga dilakukan kepada Pemerintah Kota Moscow yang diwakili oleh Ilya Kuzmin, Kepala Deputi Departemen Ekonomi Eksternal dan Kerjasama Internasional, Pemerintah Kota Moscow. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments