Radar Batang

Gara-gara Ini, Proyek Tol Molor Hingga Akhir Agustus

Gara-gara Ini, Proyek Tol Molor Hingga Akhir Agustus

KEJAR DEADLINE – Kondisi tol Pemalang-Batang di ruas Warungasem. PBTR akan mengejar keterlambatan, agar proyek bisa selesai di akhir Agustus. M DHIA THUFAIL

BATANG – Proyek tol Trans Jawa ruas Pemalang-Batang saat ini tengah menghadapi sejumlah masalah dalam penyelesaian pengerjaan konstruksi. Oleh karena itu, PT Waskita Karya selaku penanggung jawab proyek memastikan bahwa penyelesaian pekerjaan mundur hingga 2 bulan lamanya.

Hal itu diungkapkan Kepala Humas PT Waskita Karya Pemalang Batang Tol Road (PBTR) Paket 4, Misbachul Huda, saat ditemui Rabu (8/8). Ia mengatakan, seharusnya proyek pengerjaan tol bisa terselesaikan sesuai dengan kontrak kerja pada akhir bulan Juni kemarin. Namun karena ada sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, maka pengerjaan mundur hingga akhir bulan Agustus mendatang.

“Kita sedang menghadapi sejumlah masalah yang cukup kompleks. Seperti masih tersisanya beberapa lahan yang belum terbebaskan, dan pengerjaan akses tol atau exit tol Kota Pekalongan,” katanya.

Dijelaskan Huda, dengan adanya perubahan desain di simpang susun Cepagan, pihaknya harus melakukan penambahan luasan lahan. Yang saat ini sudah dalam proses pembebasan lahan dan dilakukan pengukuran oleh tim appraisal.

“Sedang untuk pengerjaan akses tol Kota Pekalongan yang berada di depan Pasar Setono, saat ini kita sedang dalam tahap pengerjaan pelebaran jalan simpang. Karena akses keluar tol di Pekalongan ini tidak seperti Pemalang ataupun Batang. Akses tol Pekalongan ini sempit, oleh karenanya akan kita perlebar terlebih dulu,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya harus membongkar sejumlah fasilitas milik pemerintah dan swasta. Seperti keberadaan papan reklame, penerangan jalan umum (PJU), sampai sejumlah kabel yang melintang di bagian atas maupun bawah.

“Harus kita lakukan pembongkaran untuk memperlebar simpang jalan. Akan kita bongkar median jalan, papan reklame besar milik pemerintah, PJU, dan kabel listrik milik PLN Telkomsel dan lainnya,” terangnya.

Tak dipungkiri, kata Huda, pengerjaan akses jalan Kota Pekalongan ini cukup menyita waktu dan menghambat terget penyelesaian ruas tol Trans Jawa.

“Sebenarnyakan akses jalan Kota Pekalongan ini tidak masuk dalam kontrak kerja kita. Namun karena almarhum Walikota Pekalongan dulu meminta untuk dibuatkan akses jalan dengan menyediakan lahan, maka akhirnya kita buatkan,” katanya.

Namun biaya proses pembuatan akses jalan senilai kurang lebih Rp 200 miliar tersebut Pemkot Pekalongan tidak ikut menanggungnya. Karena Pemkot Pekalongan hanya sampai dengan proses pembebasan lahanya saja.

“Kendalanya, masih ada sebagian lahan di sekitar akses tol yang belum sanggup dibayarkan oleh Pemkot Pekalongan. Tapi masyarakat telah sepakat, meski belum terbayarkan pengerjaan proyek bisa terus dilanjutkan,” ucapnya.

Disebutkannya, akses jalan Kota Pekalongan tersebut nantinya akan memiliki panjang 3,5 kilometer, mulai dari dr Sutomo sampai dengan Soko Duwet. “Kalau diprosentasekan, pengerjaan akses jalan ini sudah mencapai 90 persen. Tinggal pengerjan pelebaran simpang jalan saja,” katanya.

Sementara, apabila ditambah dengan pengerjaan proyek tol Trans Jawa paket 4 Pekalongan-Batang, maka prosentasenya sudah mencapai 85 persen. “Untuk pengerjaan di ruas Pekalongan-Batang sendiri hanya tinggal finishing saja, seperti pemasangan PJU dan rambu rambu. Untuk Interchange (Cepagan) dan tol gate (Kalibeluk) juga sudah siap tinggal finishing kantor saja di Kalibeluk,” katanya.

Ditambahkannya, pihaknya tetap optimistis dan akan memaksimalkan waktu pengerjaan sampai akhir bulan Agustus mendatang. Karena Presiden RI Joko Widodo menginginkan atau menargetkan jala tol Trans Jawa sudah bisa operasional pada libur Natal dan Pergantian tahun baru mendatang. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments