Radar Kendal

Waduh, Tiga Kecamatan Mulai Krisis Air Bersih

Waduh, Tiga Kecamatan Mulai Krisis Air Bersih (1)

kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kendal, Slamet

kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kendal, Slamet

KENDAL – Musim kemarau panjang tahun ini mulai dirasakan dampaknya oleh sebagian masyarakat Kabupaten Kendal. Bahkan, sejumlah wilayah mulai mengalami kekurangan air bersih, seperti Kecamatan Patean, Pegandon, dan Sukorejo.

Informasi tersebut dibenarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal. Sejumlah laporan ihwal kekeringan itu juga telah diterima BPBD.

“Sudah ada beberapa laporan yang masuk, masyarakat mulai kekurangan air bersih. Hanya saja, sampai saat ini belum ada yang meminta droping air bersih,” kata kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kendal, Slamet, Rabu (8/8).

Kata dia, laporan berkurangnya ketersediaan air bersih itu terutama berasal dari tiga kecamatan, yakni Patean, Pegandon, dan Sukorejo. Menurut Slamet, dalam kondisi musim panas seperti sekarang ini, debit air di wilayah tersebut otomatis menurun tajam.

“Maka kami juga menghimbau masyarakat untuk proaktif. Jika memang membutuhkan air bersih, segera mengajukan surat resmi ke BPBD, nanti langsung kami tindak lanjuti,” pesannya.

Tidak hanya krisis air bersih, musim kemarau juga meningkatkan resiko kebakaran lahan/hutan di wilayah Kendal. Bahkan, lanjut Slamet, baru-baru ini terjadi kebakaran hutan di wilayah Ngdarupono dengan taksiran luas mencapai 10 hektar.

“Baru tiga hari yang lalu terjadi kebakaran di wilayah hutan Ndarupono. Kalau dilihat dari wilayah Kendal, itu lokasinya bawah menara listrik atau sutet,” imbuhnya.

Menurut Slamet, kejadian tersebut diperkirakan berawal dari lahan jagung yang meluas hingga kawasan hutan. Waktu kejadiannya pada malam hari, sehingga cukup menyulitkan petugas pemadam kebakaran ataupun BPBD untuk melakukan pemadaman.

BPBD juga sudah melakukan pencegahan dan penanggulangan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat diberikan edukasi soal cara pencegahan kebakaran hutan ataupun cara pemadaman kebarkaran hutan secara mandiri, serta memberikan materi penyebab kebakaran hutan.

“Kami pun sejauh ini sudah melakukan sosialisasi dan juga menyediakan posko pengaduan di setiap kecamatan, khususnya di daerah rawan. Harapannya, jika terjadi hal yang tidak diinginkan masyarakat dapat segera melaporkan,” pungkasnya.(fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments