Radar Kendal

Mantan Bupati Kendal Ini Retas Jalan ke Kursi Parlemen

dr Hj Widya Kandi Susanti MM

dr Hj Widya Kandi Susanti MM

KENDAL – Sosok dr Hj Widya Kandi Susanti MM sepertinya sudah memantapkan dirinya bergelut di dunia politik. Meski berstatus mantan Bupati Kendal, dia tak kecil semangat untuk meretas jalan parlemen dengan maju dalam pencalegan untuk Pemilu DPRD pada 2019 mendatang.

Ditanya soal alasan, Widya menyebut tiga hal yang mendorongnya maju sebagai caleg. Salah satunya karena tanggung jawab moril dirinya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal. Kedua, sebagai tokoh daerah, diapun mengaku memiliki banyak titipan aspirasi dari masyarakat untuk kemajuan Kendal. Ketiga, Widya juga berprinsip untuk memperjuangkan keterwakilan kaum perempuan di parlemen.

“Ini bukan melulu soal jabatan, tapi sebagai Ketua DPC saya bertanggungjawab mendongkrak perolehan suara PDIP di Kendal. Selain itu, dengan menjadi anggota DPRD, berbagai aspirasi masyarakat maupun khususnya kaum perempuan kan bisa efektif kita perjuangkan,” ungkapnya, baru-baru ini.

Widya sangat yakin apa yang dibutuhkan Kendal saat ini. Kata dia, masih banyak hal yang harus ditingkatkan, terlebih karena Kendal disebutnya masih stagnan di usianya yang ke-413.

Dia mengapresiasi program Kendal Permata Pantura yang dinilainya sangatlah bagus. Namun, alangkah baiknya fokus pemerintah itu lebih ke dalam, yakni benahi saja dulu apa yang kurang dan apa yang belum ditingkatkan di Kendal.

“Kalau internalnya dibenahi dulu, pada ujungnya justru program tersebut akan terlaksana dengan baik,” katanya.

Widya juga menyinggung rencana pembangunan pabrik baja di Kendal, Menurutnya, itu investasi bagus namun harus dikaji lebih dalam lagi mengenai dampak positif dan negatifnya. Jangan sampai nanti menyesal di kemudian hari.

“Saya secara pribadi mengatakan bahwa pabrik baja itu sangat bagus untuk mengatasi pengangguran. Apalagi di Kendal banyak SMK yang siap menyuplai tenaga kerja ,namun SDM nya harus dipersiapkan agar memenuhi kualifikasi. Itu menjadi tanggung jawab pemerintah dan juga perusahaan terkait. Artinya, pihak perusahaan baja harus memfasilitasi pelatihan agar anak-anak Kendal memenuhi kualifikasi,” pungkasnya.(fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments