Radar Kendal

Ternyata untuk Keperluan Ini Makam Gajah Ludo Digali

Makam Gajah Ludo

MASIH UTUH – Tim BPSMP Sangiran melakukan pembongkaran makam seekor gajah jantan bernama Ludo untuk diambil tulangnya. Sebagian besar tulang belulang itu kondisinya masih utuh.
NUR KHOLID MS

PATEAN – Tim Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran berada di Kabupaten Kendal. Keberadaan mereka untuk melakukan pembongkaran makam seekor gajah jantan bernama Ludo yang dikuburkan di tempat wisata Curug Sewu, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.

Gajah Ludo merupakan milik dari tempat wisata tersebut yang meninggal tiga tahun silam di usia 88 tahun. Pembongkaran dilakukan selama tiga hari dari tanggal 6-8 Agustus 2018, untuk mengambil tulangnya sebagai studi komparatif terhadap fosil gajah.

Staf Pelindungan BPSMP, Albertus Nico Suko Dwiyanto, mengatakan, pembongkaran makam untuk mengangkat tulang belulang dari gajah jantan Ludo yang meninggal pada tiga tahun silam. Tujuannya dilakukan untuk perbandingan antara gajah modern dengan fosil gajah purba yang ada di BPSMP Sangiran.

“Hewan lainnya juga kami teliti, seperti tulang dari buaya dan harimau yang juga kami komparasikan dengan fosil hewan yang sama,” terangnya.

Diungkapkan Albertus, seluruh tulang belulang itu ditemukan di kedalaman satu hingga dua meter dan masih dalam keadaan utuh dan lengkap. Dari penggalian pihaknya hanya menemukan ada rapuh pada bagian kepala. Tulang belulang gajah itu akan dibawa ke Sangiran untuk dibandingkan dengan fosil gajah di situs purba tersebut.

“Tulang kepala yang rapuh masih bisa direkonstruksi. Tulang belulang ini kami kemas dengan cairan espak agar terhindar dari guncangan selama perjalanan ke Sangiran,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengelola Wisata Curug Sewu, Budiyanto, mengatakan, pembongkaran makam gajah Ludo yang dilakukan tim BPSMP dilakukan selama tiga hari. Pembongkaran diambil tulangnya untuk dibawa ke Sangiran untuk diteliti.

“Tulang gajah ini bukan fosil purbakala. Tapi merupakan gajah dari tempat wisata ini yang meninggal tiga tahun silam karena faktor usia. Menurut tim dokter terdahulu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” katanya. (nur)

Facebook Comments