Metro Pekalongan

Segini Usulan Dana untuk Pembangunan Pasar Banjarsari

Segini Usulan Dana untuk Pembangunan Pasar Banjarsari2

MULAI MENATA – Sebagian pedagang di pasar darurat Taman dan Jalan Patiunus menata lapak masing-masing untuk membuka usaha kembali sejak terbakarnya Pasar Banjarsari, beberapa waktu lalu.
M. AINUL ATHO

KOTA PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan terus berupaya untuk mencari anggaran guna pembangunan kembali Pasar Banjarsari. Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz menyatakan sudah beberapa kali menemui pemerintah pusat untuk mengajukan bantuan pembangunan kembali Pasar Banjarsari.

“Kami sudah menemui menteri dan disampaikan banyak yang usul pembangunan pasar tapi kami ingin agar Kota Pekalongan diprioritaskan,” kata Walikota.

Selain bertemu dengan menteri, Walikota juga mengaku sudah bertemu dengan beberapa anggota DPR RI meminta agar usulan dari Kota Pekalongan dikawal. “Kami sudah meminta prioritas dan ditanya apakah sudah siap anggaran, kami nyatakan sudah siap Rp20 miliar. Itu sebagai pancingan dulu agar kita bisa mendapatkan bantuan dari pusat,” tambahnya.

Mengenai kebutuhan anggaran, Walikota menyampaikan berdasarkan perhitungan kebutuhan pembangunan kembali Pasar Banjarsari mencapai Rp150 miliar. Dari total anggaran tersebut, Pemkot menyiapkan Rp20 miliar, Provinsi akan diminta bantuan sebesar Rp50 miliar dan usulan bantuan ke pusat sebesar Rp70 miliar. Walikota berharap, tahun depan rencana pembangunan bisa terealisasi.

“Saat ini Detail Engineering Desain (DED) masih dalam tahap perencanaan. Targetnya tahun ini DED sudah jadi. Anggaran dari Pemkot sudah disiapkan tahun depan semoga dari pusat dan provinsi juga bisa terealisasi karena kenutuhannya mendesak. Pasar darurat yang ada saat ini mengganggu lalu lintas dan pedagang maupun konsumen tidak merasa nyaman dengan pasar darurat yang ada sekarang,” kata Walikota.

Dengan sumber anggaran sepenuhnya dari pemerintah, Walikota berharap pedagang tidak dikenai biaya kembali saat akan menempati pasar yang baru. “Sehingga kami upayakan agar pembangunan ini benar-benar bersumber dari uang negara agar masyarakat dan pedagang tidak perlu dikenai biaya. Sebetulnya banyak dari swasta yang ingin membangun tapi kami menolak karena nanti bisa dikomersilkan,” tambahnya.

Walikota juga memastikan bangunan Pasar Banjarsari yang baru total dibangun sebagai pasar tradisional dan tidak bercampur dengan mal. Dengan begitu maka pedagang benar-benar nyaman dan tidak ada kesemrawutan. “Konsepnya ini tradisional modern. Nanti akan ditata sebaik mungkin tanpa mal. Termasuk tempat parkir yang representatif sehingga akan lebih tertib,” tandasnya. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments