Radar Kendal

Progres Pembangunan Tol Sampai Saat Ini Sudah Sekian Persen

Pembangunan Tol

KEJAR TARGET – Proses pembangunan ruas tol Semarang-Batang harus berpacu dengan waktu. PT JSB mentargetkan akhir tahun nanti proyek itu rampung dan bisa dioperasikan.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Progres konstruksi pembangunan proyek tol Semarang-Batang telah mencapai 87,89%. Meski masih terkendala pembebasan sebagian kecil bidang lahan, PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) selaku penanggung jawab optimis mampu menyelesaikan pekerjaan di akhir 2018 mendatang.

Sesuai kontrak kerja, sedianya pembangunan ruas tol Semarang-Batang harus selesai per 25 September 2018. Namun demikian, masih ada sebagian lahan yang sampai saat ini belum dibebaskan, sehingga ikut menghambat proses pembangunan.

“Beberapa makam dan masjid belum bisa dibebaskan. Kendala kami ada di situ. Saat ini, Pembangunan fisik jalan tol Semarang-Batang mencapai 87,89 persen,” kata Direktur Utama PT JSB, Arie Irianto, Minggu (5/8).

Dikatakan Arie, pembebasan lahan ditargetkan bisa terselesaikan akhir Agustus 2018. Jika itu terealisasi, pekerjaan bisa terus dilakukan, sehingga pihaknya bisa melakukan uji layak operasi pada November dan Desember bisa dioperasionalkan.

“Yang jadi kendalanya masih ada lahan yang belum dibebaskan. Warga yang lahannya terkena pembangunan tol agar tidak mempersulit proses pengadaan tanah, sehingga pembangunan jalan tol bisa cepat rampung,” ungkapnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Batang-Semarang, Tendi Hardianto, mengatakan, pengadaan lahan di Kabupaten Kendal sudah sepenuhnya selesai. Sebanyak 4.162 bidang lahan dengan luas 276 hektar yang dibutuhkan sudah berhasil dibebaskan oleh tim pengadaan tanah.

“Kalau di Kendal, jalan tol melintasi 27 desa tersebar di delapan kecamatan. Nilai ganti rugi yang dibayarkan mencapai Rp 1,6 triliun,” katanya.

Menurut Tendi, sekitar 200 bidang lahan, uang ganti rugi sudah dititipkan ke PN Kendal, tetapi belum diambil pemiliknya. Hal itu karena pemilik lahan merasa belum puas dengan nilai ganti rugi yang ditawarkan.

Ia menjelaskan, ruas tol Batang-Semarang di Kendal memiliki panjang 27,8 kilometer. Tol di Kendal terbagi menjadi tiga seksi, yakni sebagian seksi dua di Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri.

“Seksi tiga mulai dari Weleri hingga Kendal dan seksi empat Kendal sampai Kaliwungu. Delapan kecamatan yang dilintasi jalan tol yakni Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Brangsong, Ngampel, Pegandon, Gemuh, Ringinarum, dan Weleri,” ujarnya.

Tendi menambahkan, makam maupun tempat ibadah yang terkena pembangunan hampir seluruhnya selesai. Hanya menyisakan satu masjid di Desa Rawabranten, Kecamatan Ringinarum. Lahan pengganti untuk masjid sudah disiapkan, tetapi belum terjadi kesepakatan harga pengganti bangunan antara PPK dengan panitia masjid.

“Yang lain sudah mendapat ganti rugi, termasuk sejumlah makam yang terkena pembangunan jalan tol,”pungkasnya. (nur)

Facebook Comments