Kesehatan

5 Jenis Herbal dan Rempah yang Ternyata Baik untuk Kesehatan Otak

Herbal dan rempah-rempah umumnya diolah ke dalam masakan untuk membuat cita rasanya semakin sedap. Tanaman herbal juga telah digunakan sejak zaman nenek moyang untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ternyata bukan cuma itu, lho, manfaatnya! Menurut sejumlah penelitian, beberapa jenis tanaman herbal dan rempah yang mungkin sudah Anda punya di rumah dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan otak.
Beragam tanaman herbal dan rempah-rempah super untuk menjaga kesehatan otak

Otak merupakan organ penting yang berfungsi sebagai sistem saraf pusat. Semua aktivitas yang Anda lakukan, baik itu secara sadar atau tidak, diatur oleh otak. Otak yang sehat dapat bekerja dengan baik dan maksimal. Selain dengan berolahraga dan makan makanan sehat, suplemen dan racikan jamu yang terbuat dari beberapa jenis rempah dan herbal di bawah ini ikut menutrisi otak.

Dilansir dari Very Well Mind, penelitian menunjukkan bahwa beberapa di antaranya memiliki efek yang potensial terhadap pencegahan penyakit Alzheimer dan peningkatan fungsi kognitif otak, seperti meningkatkan kemampuan berpikir, belajar, memahami, dan mempertajam daya ingat.

Berikut tanaman herbal dan rempah-rempah yang bisa membantu menjaga kesehatan otak Anda.

1. Sage

Daun Sage dapat membantu meningkatkan daya ingat pasien penyakit Alzheimer, lapor sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. Dikutip dari Web MD, rutin minum suplemen esktrak sage selama 4 bulan mampu memperbaiki proses belajar dan pemahaman informasi pada orang-orang dengan penyakit Alzheimer ringan hingga sedang.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa daun sage dapat meningkatkan daya ingat pada orang dewasa muda yang sehat.

Yang perlu diingat, penggunaan suplemen sage harus dengan resep dokter. Sembarangan menakar dosisnya dapat menimbulkan efek peningkatan tekanan darah yang berbahaya jika Anda memiliki hipertensi.

Selain tersedia dalam suplemen, Anda bisa mendapatkan manfaat sage langsung dari daun segarnya. Caranya, cacah kasar beberapa lembar daun sage pada masakan Anda atau rebuus dan dinikmati sebagai teh herbal.

2. Ginkgo biloba

Ketika membicarakan herbal untuk menjaga kesehatan otak, Anda pasti sudah tidak asing lagi mendengar ginkgo biloba. Ginkgo biloba sudah sejak lama digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi gejala demensia.

Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Alzheimer’s Disease tahun 2005 menjelaskan bahwa ekstrak ginkgo biloba yang dikenal dengan EGb761 berpotensi untuk memperlambat penurunan kognitif pada pasien yang mengalami gejala neuropsikiatrik (gangguan sistem saraf dan mental), selain dari demensia atau Alzheimer.

Anda dapat dengan mudah mendapatkan manfaat gingko biloba untuk kesehatan Anda dalam bentuk suplemen. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, sebelum menggunakan suplemen ini.

3. Kunyit

Kumyit atau kunir memiliki senyawa kurkumin yang bersifat antiradang dan antioksidan, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan otak serta kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pada pasien alzheimer, makrofag?sel kekebalan tubuh yang menghancurkan zat asing yang masuk ke dalam tubuh? tidak berfungsi dengan baik sehingga bisa menyebabkan plak beta-amyloid semakin menumpuk di otak. Penumpukan plak inilah yang diduga kuat sebagai pemicu keparahan gejala Alzheimer.

Senyawa yang terkandung pada kunyit meningkatkan respons makrofag dalam membasmi plak beta-amyloid pada otak sehingga menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Sederhananya, kunyit bekerja menghambat kematian sel-sel saraf otak dan meluruhkan plak dalam otak yang jadi pemicu penyakit Alzheimer.

4. Peterseli dan thyme

Rempah-rempah seperti peterseli dan thyme mengandung antioksidan flavonoid yang disebut apigenin. Senyawa ini berpotensi memperkuat koneksi antara sel saraf (neuron) sehingga bisa merangsang pembentukan sel-sel otak yang baru dan sehat.

Selain itu, dikutip dari Prevention, Giana Angelo, PhD, seorang peneliti di Micronutrient Information Center di Oregon State University’s Lingus Pauling Institute menjelaskan bahwa struktur kimia apigenin mampu meniru hormon estrogen yang berperan dalam perkembangan neuron.

Semakin banyak dan semakin kuat koneksi antar sel saraf otak, semakin kecil risiko perkembangan depresi, Alzheimer, dan penyakit Parkinson.

5. Ginseng

Selain kunyit, ginseng juga memiliki antioksidan yang bisa mencegah peradangan yang dikenal dengan genosida. Ginseng juga memiliki sifat antistres sehingga bisa meningkatkan suasana hati.

Dilansir dari Dr. Axe, studi yang dilakukan oleh Department of Neurology di Clinical Research Institute di Korea Selatan menunjukkan bahwa ginseng merangsang perkembangan sel-sel otak dan meningkatkan konsentrasi serta fungsi kognitif otak. (mg1)

Sumber: hellosehat.com

Facebook Comments