Kesehatan

5 Langkah Pertolongan Pertama Saat Asma Menyerang

Asma adalah salah satu penyakit pernapasan kronis yang cukup banyak dialami oleh masyarakat dunia. Mengutip Kementerian Kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa 300 juta orang di dunia mengidap asma dan angkanya terus meningkat setiap tahun. Asma bisa menyerang kapan saja. Jika tidak ditangani dengan baik, asma bisa merenggut nyawa. Simak terus untuk tahu langkah pertolongan pertama pada asma, yang bisa berguna ketika Anda atau orang terdekat Anda mengalaminya suatu saat nanti.

Langkah pertolongan pertama pada asma

Ketika Anda atau orang terdekat Anda tiba-tiba mengalami serangan asma, sangat penting untuk mengetahui apa tindakan pertolongan pertama pada asma. Ini termasuk mengetahui kapan harus menghubungi dokter atau pergi ke IGD rumah sakit terdekat untuk mencegah serangan asma makin memburuk.

Namun sebelum menghubungi dokter, menurut Everyday Health ini adalah langkah awal yang harus dilakukan:

1. Tetap tenang

Menurut Ruiz Huidoboro, seorang pakar alergi (imunologi) dari Allergy and Asthma Healthcare di Missouri, Amerika Serikat, langkah pertolongan pertama pada asma tidak akan efektif apabila Anda atau orang lain yang terkena panik. Panik malah akan membuat tubuh makin stres sehingga Anda makin sulit bernapas.

Maka begitu asma menyerang, tetap tenang. Jika Anda atau orang tersebut berada di pusat keramaian, coba untuk melipir ke tempat yang agak sepi.

2. Duduk

Setelah bisa tenang, langsung duduk serileks mungkin sambil coba mengatur napas perlahan. Coba tarik napas dalam-dalam dengan 10 ketukan dan hembuskan perlahan dengan hitungan yang sama. Ulangi berkali-kali sampai napas Anda jadi teratur.

Anda juga bisa melonggarkan pakaian yang terlalu ketat agar bisa bernapas lebih bebas.

3. Hindari pemicu asma

Jika Anda atau orang tersebut tahu apa yang memicu serangan asma, sebisa mungkin langsung hindari pemicunya saat itu juga. Misal apabila serangan asma dipicu oleh asap rokok, segera pergi dari area tersebut untuk cari udara segar atau minta perokok itu untuk segera berhenti merokok dan matikan puntungnya.

Apabila asma kambuh setelah olahraga atau melakukan aktivitas fisik tertentu, misalnya bolak-balik angkat barang berat, tandanya tubuh Anda sudah kewalahan. Maka, segera hentikan segala aktivitas yang Anda lakukan dan istirahatlah. Duduk atau berbaring santai untuk mengatur napas.

Jika Anda tinggal bersama atau memiliki hubungan erat dengan orang yang mengidap asma, penting untuk mengetahui apa pemicu asma mereka. Dengan begitu, Anda bisa membantu mereka menghindari atau menyingkirkannya agar gejala asma tidak kambuh.

4. Ikuti rencana darurat asma

Pengidap asma kronis seharusnya punya lembar catatan rencana aksi asma yang mudah dijangkau. Di dalamnya ada sejumlah informasi terkait daftar pemicu gejala, obat-obatan yang dipakai (inhaler, obat minum, nebulizer, dst), hingga langkah darurat pertolongan pertama pada asma.

Ketika Anda membantu orang yang terkena asma, baca baik-baik rencana asma mereka untuk cari tahu langkah apa selanjutnya yang harus Anda lakukan. Jangan lupa untuk baca label obat guna menentukan dosis obat yang tepat.

Pertimbangkan juga untuk selalu bawa inhaler, bronkodilator atau alat pernapasan darurat lainnya sebagai pertolongan pertama pada asma yang bisa kambuh kapan saja.

5. Lihat tingkat keparahan asma

Setelah serangan asma Anda berlalu, coba rekap ulang apa saja gejala yang timbul dan seberapa parah serangan tersebut.

Bila orang lain yang terserang asma, penting juga bagi Anda sebagai penolong untuk mengetahui seberapa parah asma yang mereka alami. Informasi ini nantinya akan berguna bagi mereka ketika melaporkan serangan asmanya ke dokter.

Ciri serangan asma yang sudah parah adalah:

Warna bibir membiru.
Napas pendek-pendek, dan berlangsung lama.
Sulit berbicara.
Asma tidak membaik setelah pakai inhaler atau bronkodilator.
Kehilangan kesadaran.

Bila Anda atau orang lain mengalami serangan asma parah seperti di atas, segera hubungi ambulans (118) atau langsung pergi ke UGD rumah sakit terdekat

Usahakan punya nomor darurat rumah sakit langganan Anda, selipkan di dompet atau jadikan sebagai panggilan cepat pada ponsel Anda.

Bahkan jika gejala sudah membaik setelah mendapat pertolongan pertama pada asma, Anda harus tetap ke dokter untuk kontrol lebih lanjut. (mg1)

 

Sumber: hellosehat.com

Facebook Comments