Radar Kajen

Begini Penuturan Suami yang Tega Bunuh Istrinya karena Cemburu

Begini Penuturan Suami yang Tega Bunuh Istrinya karena Cemburu

GELAR PERKARA – Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto saat menunjukam barang bukti dalam kasus pembunuhan istri lantaran suami cemburu.
TRIYONO

KAJEN – Kasus pembunuhan yang dilakukan Hartono (29), warga Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, terhadap istrinya sendiri, Wahyu Nuriski Anisa (24), ternyata dilatar belakangi cemburu. Namun, ternyata keduanya sempat berhubungan badan sebelum peristiwa pembunuhan tersebut tejadi.

Dalam gelar perkara di Aula Mapolres Pekalongan, Hartono mengaku bahwa perbuatan tersebut dilakukan sekira pukul 02.00 dini hari. Usai berhubungan, ia melihat istrinya masih bermain HP. Kemudian HP tersebut diambil oleh pelaku, namun saat dibuka di HP korban masih tersimpan foto pacarnya.

“Setelah berhubungan sekitar pukul 02.00 WIB, saya buka Hp istri saya, dan saya lihat di Hp itu masih ada foto cowok lain. Saya tanya ke dia (korban) kok masih nyimpen foto cowok itu,” terang tersangka saat gelar perkara di Mapolres.

Kemudian, pertanyaan itu menimbulkan pertengkaran di antara keduanya. Bahkan, tersangka mengaku istrinya itu mengambil gunting dan mengancam akan melukai anaknya yang tengah tidur. Pelaku pun berusaha merebut gunting tersebut.

“Saya spontan mencekik dan membekapnya. Setelah itu, anak saya bangun dan minta pindah tidur di rumah simbahnya,” katanya.

Tersangka mengaku tidak mengetahui apakah istrinya itu sudah meninggal atau belum saat meninggalkannya untuk pergi ke rumah orang tuanya. Baru pada pagi harinya, sekitar pukul 05.30 WIB, tersangka pulang ke rumah dan mendapati kondisi istrinya sudah meninggal dunia.

“Saya menyesal dan tidak ada niatan untuk membunuhnya. Untuk persoalan cowok lain saya sudah tahu lama dan sudah pernah bilang ke dia agar dia jadi orang bener. Saya emosi saat dia mengancam akan melukai anak,” dalih tersangka yang sudah menikahi korban sejak tahun 2012 ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto mengatakan, dugaan pembunuhan itu dipicu rasa cemburu pelaku yang menilai korban berselingkuh dengan laki-laki lain. Tersangka dijerat Pasal 368 subsider 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan 7 tahun. “Aksinya spontan, tidak direncanakan. Dipicu cemburu dan sakit hati karena korban diduga selingkuh,” terang Kasat Reskrim.

Sebelumnya, Kematian Wahyu Nuriski Anisa (24), warga Dukuh Peklontongan, Desa Sumub Kidul, RT 14 RW 5, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan kini terkuak. Adapun kematian korban ternyata dibunuh suaminya, Hartono (29) yhyang gelap mata lantaran rasa cemburu menuduh korban berselingkuh dengan laki-laki lain. Korban yang sudah memiliki anak satu ini dihabisi dengan cara dicekik di kamar tidur rumahnya. (yon)

Penulis: Triyono | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments