Radar Batang

Batang Dapat Limpahan Uji Kelayakan Kendaraan dari 2 Daerah Tetangga

Uji Kelayakan Kendaraan

UJI KELAYAKAN – Kendaraan roda empat terlihat tengah melakukan uji kelayakan di kantor Dishub Kabupaten Batang.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Layanan uji kelayakan kendaraan yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang diprediksi membludak mulai tahun ini. Pasalnya, Kabupaten Batang akan menerima limpahan uji kelayakan kendaraan dari luar daerah, menyusul status akreditasi B yang baru diterima dalam layanan tersebut.

Kepala Dishub Kabupaten Batang, Murdiono, mengatakan, sesuai hasil pengecekan dan penilaian yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terhadap 450 an Dishub kabupaten/kota se Indonesia, tercatat hanya 41 di antaranya yang dinyatakan lulus dan berhak menerima status akreditasi B. Salah satunya adalah Kabupaten Batang.

“Untuk tingkat Jawa Tengah, pun hanya 9 daerah yang masuk, termasuk Dishub Batang,” ungkapnya didampingi Sekretaris Dishub, Hanung Parjanto, Rabu (1/8).

Adapun delapan daerah lainnya, yakni yakni Kota Tegal, Kota Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara. Menurut Murdiono, di luar 9 kabupaten/kota itu, ada yang berstatus masih dalam perbaikan karena minor, ada pula yang dinyatakan tidak terakreditasi.

“Kabupaten Pekalongan misalnya, mereka dinyatakan minor dan dalam perbaikan. Sementara Kota Pekalongan malah sudah dinyatakan tidak terakreditasi,” terangnya.

Akreditasi itu, kata Murdiono, dinilai dari kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di setiap Dishub, kelengkapan peralatan uji kelayakan dan proses atau hasil uji kelayakan yang harus terkalibrasi dengan pusat.

“Sehingga bagi Dishub di Kabupaten/Kota yang dinyatakan minor dan tidak terakreditasi diminta untuk menutup dan tidak melayani uji kelayakan kendaraan selama waktu yang tidak ditentukan,” jelasnya.

Dengan dibekukannya pelayanan di sejumlah Dishub yang dinyatakan minor dan tidak terakreditasi tersebut, masyarakat diarahkan untuk bisa melakukan uji kelayakan kendaraan di kantor Dishub yang telah terakreditasi.

“Dishub Batang karenanya harus menerima limpahan uji kelayakan, antara lain dari Kabupaten dan Kota Pekalongan. Sehingga kinerja kita harus benar benar dipersiapkan, karena akan merima limpahan puluhan sampai ratusan kendaraan dari luar daerah setiap harinya,” katanya.

Lanjut Murdiono, setiap hari Dishub Batang bisa menguji kelayakan kendaraan mencapai 40 unit. Dengan limpahan tersebut, kemungkinan permohonan iji kelayakan di instansinya akan membludak hingga ratusan.

“Implikasinya, retribusi kita juga akan bertambah. Di mana setiap unit kendaraan yang melakukan uji kelayakan itu harus membayar Rp23.500,” ucapnya.

Disampaikan Murdiono, bagi Masyarakat yang akan menguji kelayakan kendaraan di kantor Dishub Batang diwajibkan untuk membawa atau menyertakan surat rekomendasi dari kantor Dishub setempat. (fel)

Facebook Comments