Radar Batang

Gara-gara Ini Bupati Batang Minta Maaf

Gara-gara Ini Bupati Batang Minta Maaf

Jabat Tangan – Bupati Batang Wihaji menyempatkan diri menyapa siswa siswi Sekolah Dasar (SD) Desa Jatisari, Kecamatan Subah, kemarin.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Bupati Wihaji menyebut Kabupaten Batang belum dapat menjadi kabupaten yang layak anak. Padahal, status ‘menuju kabupaten layak anak’ telah dideklarasikan Pemkab sejak tahun 2017 silam.

Oleh karena itu, dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional yang berlangsung di Lapangan Bola Desa Jatisari, Kecamatan Subah, Selasa (31/7) kemarin, Bupati Wihaji menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kabupaten Batang.

“Saya minta maaf karena Kabupaten Batang belum masuk sebagai Kabupaten layak anak. Ini menjadi pekerjaan rumah kami ke depan untuk menjadikan Batang sebagai kabupaten layak anak dengan merencanakan sarana dan prasana taman bermain anak dan regualasinya,” kata Wihaji.

Perlu diketahui, untuk mencapai kabupaten/kota layak anak, ada beberapa tahapan yang harus dilalui setiap daerah, antara lain madya, pratama, nindya hingga utama.

Selain itu, untuk menuju daerah layak anak, membutuhkan komitmen yang kuat. Serta dibutuhkan kerja sama semua pihak termasuk kalangan masyarakat, dunia usaha, pemerhati anak, keluarga dan anak.

“Adanya Informasi Teknologi (IT) berupa handphone dan TV sangat besar mempengaruhi perilaku, pikiran dan pola hidup masyarakat, khususnya anak. Oleh karena, akan kita ubah kebiasaan ini. Kita akan canangkan gerakan matikan TV dan handphone setelah magrib,” ungkapnya.

Bupati menilai, untuk membangun bangsa dan negara haruslah berawal dari komunikasi keluaraga yang baik, yakni anak dengan orang tua, orang tua dengan anak, dan komunikasi dengan lembaga. Karena pada intinya, konsep perubahan kehidupan itu berasal dari keluarga.

“Mulailah melakukan konsep perubahan dari diri kita sendiri dengan cinta keluarga. Dampingi anak belajar dan gunakan waktu untuk bercengkrama dengan keluarga,” pinta Wihaji.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), dr Muhklasin menjelaskan, Harganas kali ini mengusung empat pendekatan keluarga dalam membangun keluarga yang berkualitas dengan berkumpul keluarga.

“Keluarga hendaknya berkumpul saling berinteraksi dengan komunikasi dan saling tukar pengalaman, serta keluarga yang mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk membuat diri dan keluarga tidak bergantung pada orang lain,” jelas Muhklasin.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji didampingi Wakil Bupati Suyono dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menandatangani prasasti kampung KB Kecamatan Batang, Bandar, Limpung Blado, Banyuputih, Warungasem, Tersono dan Pecalungan. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments